Tahan Lonjakan Imigran, Kamala Harris Akan Kunjungi Perbatasan AS-Meksiko

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2021, 14:02 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 14:02 WIB
Wapres AS Kamala Harris di Guatemala.
Perbesar
Wapres AS Kamala Harris di Guatemala. Dok: White House

Liputan6.com, El Paso - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dijadwalkan mengunjungi perbatasan AS-Meksiko pada Jumat (25/6) sebagai bagian dari upayanya untuk menahan lonjakan migran yang berusaha memasuki AS, sekaligus mengamati akar penyebab migrasi dari Amerika Tengah.

Kantor Wakil Presiden AS itu, Rabu (23/6), menyatakan bahwa Kamala Harris akan ditemani Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas ke El Paso di Texas, salah satu pintu masuk utama para migran.

Awal bulan ini, Kamala Harris mengunjungi Guatemala dan Meksiko yang dengan tegas mengatakan kepada para migran, "Jangan datang" ke AS, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Akan tetapi ribuan migran dari kedua negara itu, bersama dengan warga asal Honduras dan El Salvador, telah melakukan perjalanan panjang menuju perbatasan.

Banyak dari mereka berjalan kaki, melarikan diri dari kemiskinan dan kejahatan di negera mereka, ungkap sejumlah migran.

Sejumlah penjaga perbatasan AS menghadapi jumlah terbesar migran tanpa dokumen selama dua dekade terakhir. Mereka menangkap lebih dari 180 ribu migran di perbatasan pada Mei 2021, kebanyakan orang dewasa lajang.

 

Lonjakan Naik di Awal Tahun

FOTO: Joe Biden Sampaikan Capaian 100 Hari Kepemimpinannya di Kongres AS
Perbesar
Presiden Joe Biden berpidato didampingi Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi di Kongres, US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Rabu (28/4/2021). Pidato pertama Joe Biden di depan Kongres kali ini khusus hanya untuk undangan. (Melina Mara/The Washington Post via AP, Pool)

Angka itu naik sedikit dari 170 ribu lebih pada Maret dan juga 170 ribu lebih pada April lalu.

Sebagian besar migran datang dari wilayah Amerika Latin, tetapi banyak juga dari Ekuador, Venezuela, Kuba, Haiti dan beberapa negara Afrika.

Lonjakan itu meningkat sejak Presiden Joe Biden dan Harris menjabat pada Januari 2021, di mana Biden menyatakan langkah dengan sikap yang lebih manusiawi terkait migrasi daripada pemerintahan Trump.

Biden mempercayakan pengawasan dan upaya menahan arus migrasi kepada Harris sekaligus mengatasi akar permasalahan di Amerika Latin yang menyebabkan penduduknya meninggalkan tanah air mereka.

Lanjutkan Membaca ↓