Bayi Panda Kembar Lahir di Kebun Binatang Tokyo Jepang

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 23 Jun 2021, 19:10 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 20:11 WIB
FOTO: 10 Bayi Panda Mulai Debut Jelang Imlek di Cagar Alam China
Perbesar
Bayi panda melihat keluar dari pajangan untuk Tahun Baru Imlek yang akan datang di Pusat Penelitian dan Konservasi China untuk Panda Raksasa di Cagar Alam Wolong, Provinsi Sichuan, China, 3 Februari 2021. Sepuluh bayi panda memulai debutnya menjelang Imlek di Cagar Alam Wolong. (Chinatopix via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Seekor panda raksasa (giant panda) melahirkan bayi kembar di sebuah kebun binatang di Jepang.

Kebun Binatang Ueno di Ibu Kota Tokyo mengumumkan bahwa panda bernama Shin Shin, melahirkan anak-anaknya pada Rabu (23/6/2021). 

Ini adalah kelahiran panda pertama di kebun binatang tersebut dalam empat tahun.

Jenis kelamin anak-anaknya belum terungkap.

Panda raksasa terkenal sulit berkembang biak dengan lancar di alam liar maupun di penangkaran.

Hanya beberapa ribu ekor dari mereka yang tersisa, dengan konservasionis mengklasifikasikan panda-panda itu sebagai rentan.

Direktur Kebun Binatang Ueno, Yutaka Fukuda pun menyambut kelahiran bayi panda kembar itu, yang terjadi pertama kalinya di sana.

"Ketika saya mendengar berita bahwa bayi kedua lahir, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak," ungkap Fukuda kepada wartawan, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (23/6/2021).

Panda raksasa diketahui jarang merawat dua anaknya secara bersamaan, sehingga pihak kebun binatang memutuskan untuk memasukkan salah satu bayi panda ke inkubator.

"Kami akan memastikan induk panda menyusui salah satu bayinya sementara bayi lainnya kami rawat dulu dengan inkubator," kata juru bicara kebun binatang Ueno, Naoya Ohashi.

Menyusui Bayi Panda Dilakukan Secara Bergantian

Potret Panda Raksasa Asyik Bermain Salju di Cagar Alam Nasional Wolong
Perbesar
Dua ekor panda raksasa asyik bermain usai salju turun di Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China basis Shenshuping di Cagar Alam Nasional Wolong, Provinsi Sichuan, China (17/12/2020). Cagar Alam ini didirikan tahun 1963 dengan ukuran awal sekitar 20.000 hektar. (Xinhua/Jiang Hongjing)

Kedua bayi panda itu juga akan menjalani dua proses menyusui dari induknya secara bergantian agar bisa "menikmati makanan mereka secara alami," tambah Ohashi.

Staf di kebun binatang Ueno menduga bahwa Shin Shin si panda yang berusia 15 tahun bisa hamil setelah perkawinan dengan pasangannya Ri Ri, pada Maret 2021. Kehamilan itu dikonfirmasi beberapa pekan lalu.

Berita tentang potensi kehamilan menyebabkan harga saham rantai restoran yang dekat dengan kebun binatang untuk sementara melonjak.

Diketahui, panda memainkan peran yang kuat dalam ekonomi pariwisata Jepang, dan harga saham naik karena investor didorong oleh kemungkinan lebih banyak pengunjung kebun binatang.

Shin Shin dan Ri Ri sama-sama dipinjamkan dari China, dan memiliki seekor anak panda bernama Xiang Xiang pada tahun 2017. Mereka juga sudah pernah memiliki seekor bayi panda pada tahun 2012 - panda pertama yang lahir di kebun binatang dalam 24 tahun - tetapi panda itu sayangnya tidak bisa bertahan dan mati hanya dalam enam hari.

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓