Presiden Duterte Siap Suntik Vaksin Babi ke Warga Filipina Penolak Vaksinasi COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 22 Jun 2021, 17:50 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 17:50 WIB
Filipina Lockdown Manila Imbas Virus Corona COVID-19
Perbesar
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan pidato di Istana Presiden Malacanang, Manila, Kamis (12/3/2020). Penyebaran virus corona COVID-19 di Filipina telah mencapai 52 kasus, dua meninggal. (Richard Madelo/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)

Liputan6.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte sudah geram dengan rakyat Filipina yang ogah ikut program vaksinasi COVID-19. Warga yang menolak vaksin dianggap menambah beban negara.

Mayoritas vaksin yang ada di Filipina adalah merk Sinovac. Jenis vaksin itu tidak dipakai Presiden Duterte yang ketahuan diam-diam memakai Sinopharm, padahal vaksin itu belum lolos.

Meski demikian, Duterte meminta masyarakat untuk segera divaksin. Ia pun memberi "ancaman" akan mengusir warga yang tak mau divaksin, bahkan diberikan vaksin babi.

"Jika kamu tidak mau divaksin, pergilah dari Filipina. Pergi ke India atau tempat lain, ke Amerika, tetapi selama kamu ada di sini dan kamu adalah manusia yang bisa membawa virusnya, vaksinasikan dirimu," ujar Presiden Duterte seperti dikutip Inquirer, Selasa (22/6/2021).

"Kalian orang-orang yang tak mau divaksin, saya akan menyuntik kalian dengan vaksin untuk babi. Ini namanya ivermectin. Itu akan membunuh (virusnya), berserta diri kalian juga," ujar Duterte.

Ia juga menyebut orang-orang yang tak divaksin sebagai "orang bodoh."

Filipina memesan berbagai jenis vaksin COVID-19, mulai dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Sputnik V, hingga Pfizer. Pesanan Pfizer untuk Filipina telah tiba sebanyak 2,2 juta dosis pada bulan ini. Secara total, Filipina menantikan hingga 40 juta dosis Pfizer.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Capai 1 Juta Orang per Hari

Presiden Joko Widodo atau Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai, lonjakan kasus penularan Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah membuat rakyat Indonesia harus bekerja bersama lebih keras lagi untuk mengendalikan pandemi.

Selain kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di berbagai daerah, Jokowi menyatakan, pemerintah tengah menggenjot pelaksanaan vaksinasi massal untuk mengejar kekebalan komunal terhadap Covid-19. 

"Sejak Kamis pekan ini, sesuai target yang saya berikan, pemerintah telah mencatat capaian angka 716 ribu vaksinasi per harinya. Ke depan, kita akan berusaha mencapai angka satu juta vaksinasi per hari," tulis Jokowi seperti dikutip Liputan6.com dari akun Instagram resminya @jokowi, Senin (21/6).

Menurut Jokowi, dengan koordinasi dan kerja sama yang baik antara Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, maka target vaksinasi 1 juta per hari bukanlah hal mustahil.

"Tentu akan kita capai (target vaksinasi 1 juta per hari)," ucap Jokowi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis 3 Kelompok Harus Dilindungi Saat Jaga Jarak Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Kelompok Harus Dilindungi Saat Jaga Jarak Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓