Arab Saudi Izinkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Campuran Merk Berbeda

Oleh Tommy Kurnia pada 22 Jun 2021, 13:35 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 13:35 WIB
FOTO: 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia
Perbesar
Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker "Vaksin COVID-19" dan jarum suntik dengan logo perusahaan farmasi AstraZeneca, London, Inggris, 17 November 2020. Vaksin buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford ini disebut 70 persen ampuh melawan COVID-19. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Liputan6.com, Riyadh - Kementerian Arab Saudi mengizinkan warga untuk mencampur dosis vaksin COVID-19 yang mereka dapatkan. Warga boleh mendapatkan suntikan vaksin dengan merk berbeda.

Sebelumnya, praktik serupa juga sudah diizinkan di Prancis, Korea Selatan, hingga negeri jiran Malaysia.

Juru bicara Kemenkes Arab Saudi, Dr. Muhammad Al-Abdel Ali menyorot eksprimen global yang membolehkan vaksinasi dengan dua vaksin yang berbeda. Praktik ini juga telah dilaksanakan di negara Eropa seperti Prancis dan Denmark, seperti dilaporkan Saudi Gazette, Selasa (22/6/2021).

Vaksin dengan dosis dua merk berbeda dinilai efektif melawan varian COVID-19. "Menyelesaikan dosis vaksin yang telah disetujui dapat melindungi dari semua mutasi," ujar Dr. Muhammad Al-Abdel Ali.

Sudah lebih dari 16 juta dosis vaksin COVID-19 yang disuntikan di Arab Saudi. Semua warga lantas diminta untuk ikut mendaftar program vaksinasi.

Ada empat vaksin yang lolos di Arab Saudi, yakni Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson. Pendatang yang ingin masuk Arab Saudi juga harus disuntik dengan vaksin yang telah lolos di Saudi tersebut.

Berdasarkan hasil awal penelitian di Spanyol, memberikan dosis suntikan vaksin Pfizer-BioNTech kepada orang-orang yang sudah menerima dosis vaksin AstraZeneca diklaim sangat aman dan efektif.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saudi Pantau Kondisi Anak

Warga Saudi Bebas Bepergian ke Luar Negeri
Perbesar
Penumpang memasuki Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, Senin (177/5/2021). Warga Saudi yang telah menerima vaksinasi Covid-19 diizinkan bepergian ke luar negeri untuk pertama kalinya sejak Maret 2020 menyusul dicabutnya larangan perjalanan. (AP Photo/Amr Nabil)

Arab Saudi juga sedang memantau kesehatan anak-anak yang berpotensi terkena COVID-19. Anak-anak yang menunjukan gejala akan dibawa untuk tes medis di klinik Tetamman.

Gejala yang dipantau adalah demam tinggi, infeksi di sistem pernapasan, serta pencernaan, seperti diare, muntah, dan sakit perut. Jika mengalami gejala demikian, anak-anak boleh dibawa ke klinik tanpa appointment dengan dokter.

Keluarga anak-anak harus diisolasi sampai hasil tes keluar.

Proses isolasi untuk anak-anak yang terinfeksi COVID-19 dan penangangannya akan serupa dengan pasien dewasa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓