Duta PBB Angelina Jolie Rayakan Hari Pengungsi di Kamp Burkina Faso

Oleh Liputan6.com pada 22 Jun 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 11:30 WIB
Aktris Angelina Jolie, utusan khusus badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR), berbincang-bincang dengan Pengungsi Mali di Kamp Goudebo, di utara Burkina Faso, dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia, Minggu, 20 Juni 2021. (Olympia de Maismont/AFP)
Perbesar
Aktris Angelina Jolie, utusan khusus badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR), berbincang-bincang dengan Pengungsi Mali di Kamp Goudebo, di utara Burkina Faso, dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia, Minggu, 20 Juni 2021. (Olympia de Maismont/AFP)

Liputan6.com, Mali - Angelina Jolie selain sebagai selebritas juga sosok yang kerap berjibaku di bidang sosial. Salah satu aksi terbarunya adalah pada Minggu 20 Juni 2021.

Mengutip VOA Indonesia, Selasa (22/6/2021, saat itu ia diketahui mengunjungi sebuah kamp pengungsi di Burkina Faso yang menampung ribuan warga Mali yang menyelamatkan diri dari kekerasan militan di kawasan itu.

Kantor berita AFP melaporkan Jolie mengunjungi kamp di Goudebou di negara Afrika barat itu sebagai bagian dari perannya sebagai duta organisasi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR.

Jolie tiba dengan helikopter didampingi Menteri Luar Negeri Burkina Faso Alpha Barry. Mereka menghadiri sebuah upacara untuk memperingati hari pengungsi.

"Saya telah memperingati hari ini setiap tahun selama 20 tahun dengan para pengungsi di berbagai negara berbeda," katanya setelah kunjungannya.

"Saya belum pernah sekhawatir ini mengenai situasi global ini," tambah Jolie.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terlibat Lebih Jauh

Angelina Jolie
Perbesar
Tak menyangka, Angelina Jolie ternyata benar-benar ingin segera bebas dari Brad Pitt. (AP Photo)

Angelina Jolie pun mengatakan bahwa para pengungsi seperti di Burkina Faso sangat sedikit sekali mendapatkan bantuan.

"Sebenarnya kita hanya melakukan tak sampai separuh dari yang bisa dan harus dilakukan untuk menemukan solusi untuk memungkinkan para pengungsi pulang ke rumah atau untuk membantu negara-negara yang menampung pengungsi, seperti Burkina Faso. Berusaha bertahun-tahun dengan sedikit sekali bantuan kemanusiaan untuk menyediakan bantuan dan perlindungan dasar," papar Jolie.

Sejak 2012, sekitar 22 ribu pengungsi dari berbagai kewarganegaraan mengungsi di Burkina Faso, termasuk banyak warga Mali yang lari dari kekerasan oleh kelompok ekstremis di Mali utara dan tengah.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya