Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Ogah Bertemu Joe Biden

Oleh Tommy Kurnia pada 21 Jun 2021, 19:57 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 19:58 WIB
Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Perbesar
Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dok: AP Photo/Vahid Salemi

Liputan6.com, Tehran - Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi, tidak berminat untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Namun, ia menuntut agar sanksi AS dicabut.

"Amerika Serikat bertanggung jawab untuk mencabut semua sanksi-sanksi opresif terhadap Iran," ujar Rasisi saat konferensi pers seperti dilaporkan AP News, Senin (21/6/2021).

Raisi hanya menjawab singkat ketika ditanya apakah berminat bertemu Biden.

"Tidak," jawabnya.

Rival Raisi saat pilpres, Abdolnasser Hemmati, sempat membuka peluang saat kampanye untuk bertemu Presiden Joe Biden.

Ebrahim Raisi merupakan sosok yang disanksi AS. Sebagai pejabat yudisial, ia terlibat dalam eksekusi massal di 1998. Totalnya, ada sekitar 5.000 orang yang dihukum mati.

Sementara, Abdolnasser Hemmati adalah mantan Gubernur Bank adalah seorang ekonomi dan politikus yang pernah menjadi gubernur Bank Sentral Iran pada 2018-2021. Ia dinilai sosok yang lebih moderat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rakyat Tak Iran Tak Berminat

Ulama Konservatif Iran Ebrahim Raisi (Office of the Iranian Supreme Leader/AP)
Perbesar
Ulama Konservatif Iran Ebrahim Raisi (Office of the Iranian Supreme Leader/AP)

AP News melaporkan bahwa Raisi terlihat gugup pada awal konferensi pers, tetapi lama-lama ia mulai merasa rileks dalam menghadapi wartawan selama satu jam.

Salah satu yang dibahas Raisi adalah masalah program misil balistik Iran serta dukungan terhadap milisi regional. Ia menyebut isu tersebut tak bisa diganggu gugat.

Iran mengandalkan milisi Houthi dan Hezbollah untuk menghadapi lawan seperti Arab Saudi dan Israel.

Meski menang, pilpres Iran 2021 ternyata sepi. Golput di pilpres ini adalah yang terendah dalam sejarah Iran. Ada pula 3,7 juta suara yang tidak sah, entah disengaja atau tidak.

Secara keseluruhan, Raisi menang 17,9 juta suara dari total 28,9 juta suara sah yang masuk.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya