Segel Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Israel, Diduga Tanda Saat Kirim Barang

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2021, 20:10 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 20:10 WIB
Tim Arkeolog Israel Temukan Pusat Penyimpanan Administratif Berusia 2.700 Tahun
Perbesar
Seorang arkeolog menunjukkan pecahan keramik berupa stempel bertuliskan huruf Ibrani kuno yang ditemukan di sebuah situs penggalian di Yerusalem (22/7/2020). Tim arkeolog Israel menemukan pusat penyimpanan administratif berusia 2.700 tahun di Yerusalem. (Xinhua/Gil Cohen Magen)

Liputan6.com, Israel - Sebuah cetakan tanah liat berusia hampir 7.000 tahun ditemukan di Israel. Sebuah segel yang diduga sempat dipakai untuk kepentingan seperti penandatanganan untuk pengiriman.

Temuan ini dipublikasikan bulan lalu di Levant. Para arkeolog mencatat segel ini ditemukan antara tahun 2004 dan 2007, bersama dengan sekitar 150 potongan lainnya. Termasuk tembikar dan tanah liat di Lembah Beit She'an Israel.

Menurut bukti pertama dari Hebrew University of Jerusalem, segel ini juga bisa dipakai untuk menutup silo atau pintu gudang.

Jadi ketika pintu gudang dibuka, segelnya akan hancur dan memberi tanda seseorang baru saja masuk.

"Hingga hari ini pun, jenis penyegelan serupa masih dipakai guna mencegah gangguan dan pencurian," jelas Yosef Garfinkel sebagai profesor di HU.

Ia juga menambahkan bahwa ini sudah digunakan 7.000 tahun yang lalu oleh pemilik tanah dan administrator lokal. Mereka menerapkan segel untuk melindungi properti.

"Stempel ini terdapat dua stempel berbentuk geometris yang berbeda di atasnya. Mereka percaya ini adalah titik kebangkitan praktik administrasi di Levant selama periode protosejarah," tulis para penulis dalam abstrak lembar penelitiannya.

Segel kuno banyak dijumpai di Bait Pertama Yerusalem. Di mana telah berusia hampir 2.600 tahun dan memiliki nama pribadi atau tokoh Alkitab.

Namun, segel temuan terbaru ini diduga berasal dari masa tulisan belum digunakan. Sehingga menempatkan pentingnya pada dua bentuk geometris sebagai indikasi terjadi transaksi oleh dua orang yang terlibat. Salah satu dari mereka berada jauh dari Israel.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ada Bukti Transaksi Perdagangan dengan Turki sampai Mesir

Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat
Perbesar
Sebuah kapal melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (11/1/2021). Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), meningkat dari capaian pada periode yang sama 2019 yang mengalami defisit 3,51 miliar dolar AS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Dalam situs kami terdapat bukti kontak dengan orang Mesopotamia, Turki, Mesir dan Kaukasia," kata Garfinkel kepada Daily Mail UK pada Rabu (17/06/2021).

"Tidak ada situs prasejarah manapun baik di Timur Tengah, yang mengungkapkan bukti perdagangan jarak jauh barang eksotis sebagaimana yang kami temukan," imbuhnya.

Bahkan, mereka juga memiliki penemuan anjing laut satu sentimenter dalam kondisi bagus saat iklim lembah Beit She'an mengering.

Sebagaimana laporan Live Science, para peneliti menduga segel tersebut berasal sekitar 6 mil dari lokasi penemuan.

Kemungkinan pula disana juga sempat menjadi rumah orang kaya. Sebab ditemukan gudang penyimpanan, yang berisikan beberapa material bangunan beserta alat lainnya.

Untuk melanjutkan penelitian ini memerlukan seberapa berpengaruhnya daerah itu. Apakah orang-orang ingin berkunjung dengan jarak sangat jauh ini?

Garfinkel berharap penggalian bisa dilanjutkan kembali di Tel Tsaf dan tempat lainnya. Dalam waktu yang sama pun mereka bisa memberikan bukti tambahan untuk memahami dampak otoritas regional di Levant Selatan.

 

Reporter: Bunga Ruth

Lanjutkan Membaca ↓