Perdana Sejak 2005, Korea Utara Kirim Bantuan Rp 4,3 Miliar ke Myanmar

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 17 Jun 2021, 17:04 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 15:36 WIB
Jemuran Kain Penahan Serangan dari Aparat Myanmar
Perbesar
Perempuan menggantung pakaian tradisional Myanmar, longyi, di seberang jalan selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Senin (8/3/2021). Jemuran kain itu untuk membatasi gerak polisi dan tentara karena berjalan di bawah jemuran pakaian ini dianggap akan membawa sial bagi pria. (STR/AFP)

Liputan6.com, Yangon - Korea Utara telah mengeluarkan dana sebesar US$300.000 (Rp 4,3 miliar) dalam prakarsa bantuan kemanusiaan yang dipimpin PBB untuk Myanmar

Pengeluaran ini pun menandai sumbangan pertama Korea Utara ke negara lain sejak tahun 2005, menurut data PBB pada Kamis (17/6).

Layanan pelacakan keuangan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan bahwa Korea Utara memberikan sumbangannya pada 24 Mei 2021, kepada Myanmar Humanitarian Fund.

Lembaga tersebut menyerukan dana sekitar US$276 juta (Rp 3,9 triliun) untuk bantuan terhadap Myanmar, di mana ratusan orang tewas sejak militer melancarkan kudeta pada pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi - memicu protes dan bentrokan antara aparat dan warga, ditambah dengan krisis COVID-19.

Korea Utara terakhir menawarkan bantuan keuangan kepada PBB pada tahun 2005, ketika mengeluarkan uang sebesar US$150.000 untuk Indonesia, India, Thailand, Malaysia, Maladewa dan Sri Lanka - yang semuanya dilanda tsunami dahsyat pada Desember 2004. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (17/6/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Korea Utara Telah Lama Miliki Hubungan dengan Myanmar

FOTO: Demonstran Myanmar Lakukan Aksi Mogok, Kota Yangon Sunyi Sepi
Perbesar
Suasana jalanan yang kosong di samping Pagoda Shwedagon, Yangon, Myanmar, Rabu (24/3/2021). Demonstran menyerukan "silent strike" sebagai protes terhadap kudeta militer di Myanmar. (AFPTV/AFP)

Korea Utara diketahui telah lama memiliki hubungan dengan Myanmar, dan pemantau PBB mengatakan Pyongyang memasok senjata ke negara Asia Tenggara tersebut.

Disebutkan juga bahwa kedua negara sedang menyelidiki kerja sama terkait rudal.

Selain Korea Utara, Korea Selatan juga telah memberikan US$600.000 kepada PBB untuk mendukung Myanmar.

Tetapi, Korea Selatan telah menangguhkan pertukaran pertahanan dan melarang ekspor senjata serta barang-barang strategis lainnya ke Myanmar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓