Kala Gamelan Bersinar di China

Oleh Liputan6.com pada 16 Jun 2021, 17:52 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 17:52 WIB
Randy Geovani Putra, seorang guru asal Indonesia, mengajarkan para siswa di China cara memainkan alat musik gamelan. (Xinhua)
Perbesar
Randy Geovani Putra, seorang guru asal Indonesia, mengajarkan para siswa di China cara memainkan alat musik gamelan. (Xinhua)

Liputan6.com, Guangxi - Bunyi melodi instrumen gamelan terdengar dari dalam kampus Akademi Kesenian Guangxi, China.  Bunyi yang memiliki karakteristik khusus Indonesia itu menarik banyak pecinta musik untuk datang belajar di Guangxi Museum of Nationalities' Music.

Randy Geovani Putra, seorang guru asal Indonesia, terlihat berjalan bolak-balik untuk menjelaskan dan menunjukkan kepada siswa cara memainkan alat musik gamelan. Ini merupakan lokakarya musik gamelan Indonesia, dengan dua instrumen gamelan Jawa Barat berada di tengah, yaitu Gamelan Salendro dan Gamelan Degung, yang diimpor dari Indonesia beberapa tahun lalu. Alat peraga wayang Jawa Barat dan instrumen lainnya juga terpajang di dinding lokakarya itu.

Randy berasal dari Bandung, Jawa Barat, dan telah menempuh pendidikan S2 di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, wilayah setara provinsi di China selatan, sejak 2015. Pada 2016, Akademi Kesenian Guangxi mendirikan Gamelan Orchestra yang terdiri dari para guru dan siswa asal China.

Randy kemudian diundang untuk menjadi kepala orkestra tersebut dan mengajar kursus gamelan. Pada 2018, setelah lulus, Randy dipekerjakan untuk mengajar di akademi itu. Selama beberapa tahun terakhir, terdapat total 56 mahasiswa pascasarjana mengikuti Randy untuk belajar gamelan.

"Gamelan merupakan bentuk musik nasional yang populer bagi masyarakat Indonesia. Acara-acara penting umumnya selalu melibatkan alat musik ini," kata Randy.

 

Gamelan Bersinar

ilustrasi gamelan
Perbesar
ilustrasi gamelan (sumber: iStockphoto)

Menurut Randy, berbagai bagian dari gamelan Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Saat ini, terdapat beberapa universitas di Beijing, Shanghai, dan tempat-tempat lainnya di China yang menawarkan kursus gamelan Jawa Tengah, sementara lokakarya miliknya mengajarkan terutama gamelan Jawa Barat.

"Dalam mengajar, saya melihat antusiasme mahasiswa China, yang tertarik untuk belajar musik tradisional Indonesia, khususnya gamelan Jawa Barat," ujar Randy seperti dilansir Xinhua, Rabu (16/6/2021).

Randy mengatakan, pertukaran budaya dan seni antara China dan Indonesia menjadi lebih beragam, dan banyak orang China tertarik mempelajari alat musik nasional Indonesia.

Randy masih teringat ketika Indonesia menjadi negara tamu utama untuk China-ASEAN Music Week 2019 yang diselenggarakan di Nanning. Saat itu, gamelan bersinar di pameran multikultural tersebut.

Randy tampil memainkan gamelan bersama sejumlah tamunya dari Indonesia, memenangkan tepuk tangan meriah dari penonton. Selama pameran, profesor universitas dari Bandung juga mempertunjukkan gamelan, membentuk "kelas sementara" dengan mahasiswa dan audiens untuk membahas keterampilan bermain gamelan.

 

Gamelan Masuk Kelas Apresiasi Musik

Belajar Gamelan di Museum Nasional
Perbesar
Wisatawan asing berlatih menjadi Nayaga saat lokakarya "Suara Dari Masa Lalu" di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (22/12/2019). Lokakarya ini bertujuan mengenalkan sejarah gamelan dan mengajak generasi muda atau milenial mampu melestarikan musik tradisional Indonesia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Di China, gamelan telah dimasukkan dalam banyak kelas apresiasi musik sekolah dasar dan menengah. Pada Maret 2021, Institut Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Nanning (Nanning Institute of Educational Science) meluncurkan Program Pendidikan Audio Kreatif China-ASEAN untuk mengeksplorasi integrasi serta pengembangan budaya musik dan seni antara China dan negara-negara Asia Tenggara.

Baru-baru ini, puluhan guru dari proyek ini datang ke lokakarya tersebut untuk mengikuti kelas musik gamelan Randy. Setelah tiga hari mengikuti pembelajaran di kelas itu, peserta dapat memainkan setidaknya satu instrumen dan melakukan ansambel band.

"Kami merasa gamelan, alat perkusi dengan warisan sejarah dan budaya yang mendalam, merupakan seni khas yang memengaruhi musik modern Barat," kata Mo Haibing, peneliti musik di Institut Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Nanning. Dia berharap bahwa di masa depan, dengan mengandalkan sumber daya universitas dan pengajaran guru Indonesia, kami akan dapat melaksanakan kursus pengajaran musik kreatif China-ASEAN untuk membangun pendidikan musik yang unik bagi anak-anak di Nanning.

Pada Mei, Randy kembali ke Nanning dari Indonesia setelah lebih dari setahun meninggalkan sekolah untuk pulang ke kampung halaman. Selama merebaknya wabah, dia tidak dapat memberikan kursus praktik gamelan kepada para siswanya, tetapi hanya mengajarkan pelajaran teori dasar dari jarak jauh melalui tautan video. Sekembalinya ke sekolah, dia tidak sabar untuk mengatur jadwal pengajaran praktik gamelan.

"Selama tinggal di China, saya merindukan makanan rumahan, tetapi melihat begitu banyak orang menyukai budaya Indonesia, saya ingin bekerja lebih keras untuk menyebarkan dan mempromosikan alat musik tradisional dan budaya musik Indonesia," ungkap Randy.

Dia memadukan gamelan dengan alat musik tradisional China seperti seruling bambu, guzheng, dan erhu, serta menciptakan beberapa karya untuk dipertunjukkan. Tujuannya tidak hanya untuk merasakan keindahan elemen musik yang berbeda, tetapi juga menarik lebih banyak orang untuk memperhatikan dan menyukai gamelan Indonesia. 

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China
Perbesar
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓