4.972 WNI Positif COVID-19 di Luar Negeri, Kasus Tertinggi dari Singapura

Oleh Tommy Kurnia pada 14 Jun 2021, 15:34 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 15:34 WIB
Orchard Road Singapura Menyongsong Natal
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati dekorasi lampu Natal di luar pusat perbelanjaan di sepanjang kawasan Orchard road di Singapura, Selasa (8/12/2020). Mengusung tema Love This Christmas, acara tahun ini lebih sunyi karena aktivitas jalanan dibatasi di tengah pandemi Covid-19. (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah total warga negara Indonesia (WNI) yang terkena COVID-19 di luar negeri mencapai 4.972 orang. Terjadi peningkatan kasus di Singapura.

Pada Senin (14/6/2021), kasus COVID-19 dilaporkan terjadi pada WNI di Singapura, namun ada juga kasus sembuh di Singapura dan Kuwait.

"Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 4.972: 4.163 sembuh, 206 meninggal dan 603 dalam perawatan," tulis akun @Kemlu_RI melalui Twitter.

Berdasarkan data yang tercatat Kemlu, ada total 806 WNI yang terkena COVID-19. Sebanyak 784 sudah sembuh, 20 orang stabil, dan 2 meninggal. Kasus di Singapura adalah yang tertinggi bagi WNI.

Namun, total kematian tertinggi berada di Arab Saudi, yaitu 101 orang. Kasus WNI di Arab Saudi secara total mencapai 270 WNI.

Di Uni Emirat Arab, ada 123 WNI yang positif dengan rincian 106 sembuh, 9 stabil, dan 8 meninggal. Sementara, hanya ada 2 WNI di China yang positif COVID-19.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus di Jakarta Melonjak

FOTO: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbesar
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kondisi Ibu Kota terkait kasus Covid-19 beberapa hari terakhir sangat mengkhawatirkan. Sebab kata dia, ada peningkatan kasus bila dibandingkan pada 6 Juni 2021.

"Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik tujuh ribuan. Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam 1 minggu," kata Anies di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (13/6).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Anies menyebut bila kemampuan testing Covid-19 sudah dilakukan empat kali lipat.

"Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity ratenya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan," ucapnya.

Berikut penambahan kasus Covid-19 di Jakarta selama sepekan:

- 6 Juni : 1.019 kasus

- 7 Juni : 1.197 kasus

- 8 Juni : 755 kasus

- 9 Juni : 1.371 kasus

- 10 Juni : 2.096 kasus

- 11 Juni : 2.293 kasus

- 12 Juni : 2.455 kasus

- 13 Juni : 2.769 kasus

Sementara itu, Anies juga mengatakan kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari belakangan di Ibu Kota merupakan dampak dari libur Lebaran 2021.

"Kita menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid setelah musim libur Lebaran bulan lalu," ujar dia.

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓