Vladimir Putin Akui Hubungan Rusia-AS Sedang di Titik Terendah

Oleh Hariz Barak pada 13 Jun 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 07:48 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam wawancara dengan NBC News menjelang pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden pekan depan, mengatakan hubungan Amerika Serikat-Rusia berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami memiliki hubungan bilateral yang telah memburuk ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir," kata Putin, menurut terjemahan wawancara NBC yang disiarkan pada Jumat (11/6), dikutip dari Antara, Sabtu (12/6/2021).

Putin dan Biden akan bertemu di Jenewa pada Rabu 16 Juni 2021.

Dalam wawancara itu, Putin memuji mantan Presiden Donald Trump sebagai "individu yang luar biasa, individu yang berbakat," dan mengatakan Biden, sebagai politisi karir, "sangat berbeda" dari Trump.

Ditanya tentang Biden yang menyebutnya sebagai pembunuh dalam sebuah wawancara pada Maret, Putin mengatakan dia telah mendengar lusinan tuduhan semacam itu. "Ini sama sekali bukan sesuatu yang saya khawatirkan," kata Putin.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peringatan Keras Joe Biden ke Rusia

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington.
Perbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington. (Foto: AP / Evan Vucci)

Presiden AS Joe Biden tengah dalam perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri, sambil memberi peringatan ke Rusia bahwa Rusia menghadapi konsekuensi "kuat dan berarti" jika terlibat dalam "kegiatan berbahaya".

Biden memperjelas niatnya untuk memperkuat hubungan dengan sekutu AS, menyusul ketegangan hubungan di bawah pemerintahan Trump. Mengutip BBC, Kamis (11/6/2021), Presiden Biden tiba di Inggris pada Rabu 9 Juni.

bertemu PM Boris Johnson untuk menyetujui "Piagam Atlantik" yang baru. Pakta tersebut akan menjadi versi modern dari yang disepakati antara Winston Churchill dan Franklin Roosevelt pada tahun 1941, dengan fokus pada tantangan termasuk perubahan iklim dan keamanan.

Selama kunjungan selama delapan hari ke Eropa dengan jadwal yang padat, Biden akan bertemu Ratu di Kastil Windsor, menghadiri pertemuan para pemimpin G7, dan bergabung dengan KTT NATO pertamanya sebagai presiden.

Di akhir perjalanannya, Biden akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa.

Selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓