Indonesia Sambut Baik Pertemuan Joint Commission Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 11 Jun 2021, 18:49 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 18:56 WIB
Ilustrasi nuklir Iran
Perbesar
Ilustrasi nuklir Iran (AFP)

Liputan6.com, Wina - Indonesia sambut baik rangkaian pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission) Joint Comprehensive Plan Action (JCPOA) yang telah berlangsung di Wina dalam dua bulan terakhir dan dorong para pihak lanjutkan dialog untuk mencapai implementasi kesepakatan JCPOA secara penuh.

Hal ini disampaikan Dubes dan Watap RI untuk Austria dan PBB, Dr. Darmansjah Djumala, dalam Pertemuan Dewan Gubernur (Board of GovernorsBoG) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.

JCPOA merupakan kesepakatan terkait nuklir Iran yang dicapai oleh Iran dengan P5 +1 (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, RRT dan Rusia dan Jerman), serta Uni Eropa.

Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018, demikian disebutkan dalam rilis dari KBRI/PTRI Wina, Jumat (11/6/2021).

"Sebagai salah satu pengusung implementasi yang berimbang dari 3 pilar Perjanjian Non Proliferasi Nuklir, JCPOA merupakan elemen penting arsitektur non-proliferasi nuklir global," jelas Dubes Djumala.

Dubes Djumala juga menambahkan bahwa JCPOA merupakan sebuah capaian diplomatik penting yang disahkan melalui resolusi 2231 Dewan Keamanan tahun 2015.

Pada Februari 2021, Iran mengumumkan penghentian implementasi langkah-langkah transparansi sukarela terkait program nuklirnya kepada IAEA, namun baik IAEA dan Iran berhasil menyepakati kesepahaman teknis sementara pada bulan yang sama dan kembali memperpanjang hingga 24 Juni 2021.

 

Apresiasi Indonesia

Bendera Iran di luar gedung yang menampung reaktor fasilitas nuklir Bushehr di kota pelabuhan selatan Iran Bushehr pada tahun 2007 AFP / BEHROUZ MEHRI
Perbesar
Bendera Iran di luar gedung yang menampung reaktor fasilitas nuklir Bushehr di kota pelabuhan selatan Iran Bushehr pada tahun 2007 AFP / BEHROUZ MEHRI

Indonesia sambut baik berlangsungnya pertemuan Komisi Bersama JCPOA yang telah berlangsung 5 putaran di Wina, termasuk potensi kembalinya AS dalam upaya diplomasi multilateral dalam kerangka JCPOA.

Selain pada agenda isu verifikasi dan pengawasan atas program nuklir Iran dalam konteks Resolusi 2231, dalam Pertemuan Dewan Gubernur IAEA ini, Indonesia juga sampaikan apresiasi atas sejumlah kerja sama teknis IAEA dengan Indonesia pada 2020, termasuk bantuan peralatan deteksi COVID-19.

Ada juga pengembangan varietas pangan melalui teknik mutasi radiasi, penguatan infrastruktur kesehatan nasional dalam penanganan kanker.

Untuk tahun 2021, IAEA juga mempersiapkan kerja sama penanganan sampah plastik global, termasuk di kawasan Asia dan Pasifik. Pertemuan Dewan Gubernur IAEA yang diselenggarakan 7-11 Juni 2021 merupakan forum bagi negara anggota IAEA untuk mendiskusikan sejumlah isu terkait tenaga dan energi nuklir.

Lanjutkan Membaca ↓