Indonesia Terus Perjuangkan Kesetaraan Akses Vaksin COVID-19 untuk Semua Negara

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 11 Jun 2021, 08:18 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 09:09 WIB
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Perbesar
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia terus aktif dalam memperjuangkan akses terhadap vaksin COVID-19 yang setara untuk semua negara. Kesenjangan distribusi dan vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia saat ini masih sangat besar.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapka, dari 2,2 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, sebanyak 75 persennya hanya berada di 10 negara maju dan hanya 0,4 persen yang diberikan di negara-negara berpenghasilan rendah. 

Dari perhitungan persentase vaksinasi terhadap populasi, kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi 64,33 persen dari total populasi, kawasan Eropa telah memvaksinasi 52,85 persen, dan persentase di kawasan Afrika baru mencapai 2,86 persen.

Kemudian di kawasan Asia Tenggara, jumlah vaksinasi COVID-19 berada di angka 8,91 persen.

"Angka ini masih jauh dari target WHO yang mengharapkan setidaknya 10 persen penduduk di setiap negara telah divaksin pada bulan September dan 30 persen pada akhir Desember tahun ini," kata Retno dalam keterangannya secara virtual pada Kamis 10 Juni.

Covax Facility, guna mengurangi tingkat kesenjangan tersebut, telah mendorong mekanisme dose-sharing atau berbagi vaksin.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol juga akan bergerak menyalurkan tambahan vaksin yang dimiliki melalui Covax Facility.

Dengan mekanisme ini, maka negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki untuk kemudian dikelola oleh Covax Facility dan dibagikan kepada negara lain yang memerlukan.

"Sebagai salah satu co-chair Covax AMC Engagement Group, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara," pungkas Retno.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Indonesia Harapkan Proposal Trips Waiver Selesai Dalam Waktu Cepat

Pelaku Jasa Transportasi Jalani Vaksinasi COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan
Perbesar
Petugas mengecek kesehatan pelaku transportasi sebelum divaksin COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Vaksinasi ini untuk 1.000 orang yang terdiri dari para supir bus, kernet, pedagang usaha kecil dan mikro di Terminal Kampung Rambutan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Indonesia juga menjadi salah satu co-sponsor dari proposal trips waiver yang berupaya untuk menghapuskan hak kekayaan intelektual untuk produk dan teknologi yang digunakan untuk menangani pandemi COVID-19 sehingga penanganan secara global dapat dilakukan dengan lebih merata.

Pembahasan awal terhadap traktat proposal tersebut di WHO kemungkinan baru akan dimulai pada 17 Juni mendatang, kata Sekretariat Presiden.

Menlu Retno pun mengharapkan agar negosiasi terhadap proposal ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan.

Pandemi Virus Corona COVID-19 masih jauh dari selesai.

Hingga saat ini, ada hampir 175 juta orang di seluruh dunia yang dinyatakan positif COVID-19 dan lebih dari 3,7 juta telah meninggal dunia akibat virus tersebut.

"Upaya ini akan berhasil dengan baik jika mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Setiap dari kita dan kita semua dapat menjadi bagian dari solusi. Mari kita sukseskan vaksinasi COVID-19 dan tetap terapkan protokol kesehatan," tandasnya.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓