Tato Jungkook BTS Jadi Alat Kampanye, Politikus Korea Selatan Minta Maaf

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 11 Jun 2021, 08:31 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 09:56 WIB
Jungkook BTS
Perbesar
Jungkook BTS

Liputan6.com, Seoul - Seorang anggota parlemen termuda Korea Selatan meminta maaf setelah dia memprovokasi kemarahan di kalangan penggemar BTS dengan menggunakan foto Jungkook yang menunjukan tatonya untuk mempromosikan kampanyenya dalam meliberalisasi undang-undang pembatasan negara terkait tato. 

Melansir Bangkok Post, Jumat (11/6/2021), walaupun Ryu Ho-jeong dari Partai Keadilan minor progresif tidak melakukan apa pun untuk mengklaim bahwa dia mendapat dukungan Jungkook, dia tetap dituduh menyeretnya ke dalam politik. Di sisi lain, para penggemar BTS sangat melindungi idolanya. 

Korea Selatan memiliki batasan ketat terkait tato, yang meskipun tidak ilegal digolongkan sebagai prosedur medis dan hanya dapat dilakukan oleh dokter yang memenuhi syarat--dengan pelanggar menghadapi kemungkinan hukuman penjara.

Meskipun penggunaan tato telah menjadi lebih luas dalam beberapa tahun terakhir, banyak tokoh hiburan masih menggunakan plester untuk menyembunyikannya sebelum tampil di televisi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gunakan Foto Jungkook

Jungkook BTS. (Big Hit Music via Soompi)
Perbesar
Jungkook BTS. (Big Hit Music via Soompi)

Ryu, yang mengaku sebagai penggemar BTS, mengunggah foto Jungkook ke akun media sosialnya. Bahkan, beberapa di antaranya menunjukkan simbol dan kata "ARMY", referensi untuk penggemar BTS, tato di tangan kanannya, dan yang lainnya di mana ia menutupinya dengan lengan panjang berwarna putih.

"Pernahkah Anda melihat selebritas favorit Anda ditutupi perban di tubuh mereka?" tulisnya. 

"Pemandangan mengerikan ini adalah hasil dari peraturan stasiun televisi tentang tato."

Ryu mengusulkan RUU untuk memungkinkan ahli tato terlatih untuk disertifikasi secara hukum.

Akan tetapi, akun media sosialnya dibanjiri kritik, termasuk lebih dari 1.000 komentar di posting-an Facebook-nya.

"Jangan gunakan selebriti untuk agenda politikmu," kata salah satu penggemar. 

"Aku senang aku sudah berhenti mendukung partaimu."

Anggota parlemen berusia 28 tahun tersebut yang merupakan mantan aktivis buruh yang sekarang memegang kursi perwakilan proporsional, mengatakan kepada stasiun radio bahwa dia ingin mempromosikan RUU-nya melalui "konten sehari-hari dan populer".

Lanjutkan Membaca ↓