Cegah Penipuan, Jerman Rencanakan Pengendalian Lebih Ketat pada Pusat Tes COVID-19

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 11 Jun 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 08:00 WIB
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19.
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Liputan6.com, Berlin - Kementerian Kesehatan Jerman berencana untuk menindak penipuan di pusat-pusat tes COVID-19 dengan menerapkan pemeriksaan langsung. 

Langkah ini juga dilakukan guna mengurangi nominal yang diganti pihak penyelenggara tes untuk biaya menyusul laporan media tentang tagihan yang berlebihan oleh beberapa penyedia.

Jerman juga berencana untuk memotong biaya untuk setiap tes menjadi 12,50 euro dari 18 euro, di mana 8 euro adalah untuk melakukan tes dan 4,50 euro untuk alat-alatnya, menurut rancangan undang-undang pengujian baru yang diedarkan pada Kamis (10/6).

Selain itu, pusat tes COVID-19 swasta hanya akan disetujui secara individual untuk memastikan kualitas.

Perusahaan asuransi kesehatan di Jerman juga diwajibkan memeriksa kelayakan penagihan dan melakukan pemeriksaan acak terhadap tempat tes.

Diketahui, fasilitas tes COVID-19 merupakan inti dari strategi Jerman untuk mencegah bertambahnya infeksi Virus Corona.

Ketika ekonomi secara bertahap mulai dibuka kembali musim semi ini, hasil tes COVID-19 yang berlaku tidak lebih dari 24 jam harus dilakukan di Jerman untuk makan di restoran, duduk di kafe atau berbelanja di toko-toko. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (10/6/2021).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Geger Penipuan Dalam Data Jumlah Peserta Tes COVID-19 di Jerman

Kelab Malam di Berlin Jadi Pusat Pengujian Covid-19
Perbesar
Seorang perempuan melakukan tes usap (swab test) COVID-19 di luar kelab malam KitKatClub yang legendaris di Berlin, Jerman, Jumat (4/12/2020). Ditutup selama delapan bulan terakhir karena pembatasan virus corona, kelab malam itu diubah menjadi pusat pengujian Covid-19. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Sejak 1 Maret, warga Jerman berhak mendapatkan setidaknya satu tes COVID-19 gratis per minggu.

Pusat tes COVID-19 pun bermunculan di bar, kios, galeri seni, dan bahkan klub-klub dengan cara yang tidak birokratis, guna pemilik bisnis bisa melihat peluang pendapatan.

Tetapi beberapa pusat tes telah mendata lebih banyak tes daripada yang mereka lakukan, menurut laporan media Jerman pada Mei lalu, dan pemerintah berjanji untuk memperketat pembatasan untuk mencegah penipuan kembali terjadi.

Pada Kamis (10/6), Jerman melaporkan kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 3.187, menjadikan totalnya mencapai 3.709.129, menurut data dari Institut Robert Koch untuk penyakit menular . 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓