Jepang Janji Selesaikan Vaksinasi COVID-19 di November 2021

Oleh Tommy Kurnia pada 10 Jun 2021, 16:08 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 16:08 WIB
Jepang Konfirmasi Lebih dari 260 Kasus Baru COVID-19
Perbesar
Seorang karyawan bekerja di desa atlet untuk digunakan selama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 yang ditunda di Tokyo, Senin (31/5/2021). Jepang mengkonfirmasi lebih dari 260 kasus virus corona baru pada hari Senin. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berjanji akan menyelesaikan seluruh program vaksinasi COVID-19 di November 2019. Janji itu diberikan kepada masyarakat yang eligible untuk vaksinasi.

"Kami berharap untuk menyelesaikannya bagi semua warga yang ingin divaksinasi pada Oktober hingga November tahun ini," ujar PM Yoshihide Suga pada debat parlemen, seperti dilaporkan Kyodo, Kamis (10/6/2021).

Jepang memiliki 126 juta populasi, meski tak semuanya eligible untuk vaksinasi, sebab ada batasan usia bagi penerima vaksin yang lolos di Jepang.

Vaksin Pfizer diizinkan untuk 12 tahun ke atas, sementara Moderna untuk 18 tahun ke atas.

Awalnya, prioritas Jepang adalah pekerja kesehatan, warga yang kondisi kesehatannya rentan, dan lansia usia 65 tahun ke atas. Kini, akses vaksin COVID-19 mulai dibuka untuk masyarakat dengan kondisi penyerta.

"Situasi sudah sangat berubah semenjak vaksinnya tersedia. Kita akan melakukan sebisa mungkin untuk menyalurkan penyuntikan," ujar Suga.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diminta Ganti Pemerintah

Pertemuan Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Yoshihide Suga di Gedung Putih.
Perbesar
Pertemuan Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Yoshihide Suga di Gedung Putih. Dok: Twitter @POTUS

Debat parlemen yang dihadiri PM Suga adalah debat pertama sejak Juni 2019. Suga berhadapan dengan tokoh oposisi Yukio Edano dari Partai Demokrasi Konstitusi Jepang.

Yukio Edano meminta agar adanya perubahan pemerintahan.

"Kamu tidak bisa mengembalikan hilangnya nyawa-nyawa. Politik tak bisa bertanggung jawab pada nyawa-nyawa yang hilang, dan perdana menteri tidak cukup sadar mengenai ini," ujarnya.

PM Suga belum membahas kapan akan membubarkan DPR untuk menyambut pemilu Jepang. Ia berkata prioritasnya adalah mengendalikan COVID-19.

Jepang mesti menggelar pemilu pada tahun ini, sebab kekuasaan PM Suga hanyalah warisan dari PM Shinzo Abe yang mundur. Pemilu harus digelar sebelum masa jabatan DPR Jepang berakhir pada Oktober mendatang.

Infografis Indonesia Waspada Eksodus Tsunami Covid-19 India
Perbesar
Infografis Indonesia Waspada Eksodus Tsunami Covid-19 India (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓