10 Anggota Penjinak Ranjau di Afghanistan Tewas Akibat Serangan Kelompok Bersenjata

Oleh Liputan6.com pada 10 Jun 2021, 13:56 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 13:56 WIB
Kekejian perang (8)
Perbesar
Ilustrasi temuan ranjau anti-tank di Rawah. (Sumber Wikimedia Commons/US Marine Corps)

Liputan6.com, Kabul - Sekelompok orang bersenjata menewaskan 10 orang dan melukai 14 lainnya dalam serangan terhadap organisasi penjinak ranjau HALO Trust di Afghanistan, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Rabu (9/6).

Tariq Arian, juru bicara kementerian itu, menuding Taliban bertanggung jawab atas serangan Selasa malam terhadap kamp organisasi itu di distrik Baghlan Markazi di Provinsi Baghlan, Afghanistan Utara, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (10/6/2021).

Taliban segera membantah hubungan apa pun dengan serangan tersebut, sebagai tanggapan atas pertanyaan Associated Press.

PBB telah memperingatkan bahwa penggunaan bom rakitan di negara itu meningkat, seiring meningkatnya konflik di kawasan perkotaan dan menjamurnya kelompok-kelompok bersenjata.

Afghanistan adalah satu dari beberapa negara di mana sebagian besar wilayahnya dipenuhi dengan bom dan ranjau darat. Banyak yang ditanam oleh para pemberontak untuk menarget konvoi-konvoi militer pemerintah. Tapi warga sipil sering menjadi korban.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peringatan PBB

Tentara Amerika Serikat di Afghanistan pada Juni 2017 (File / AP PHOTO)
Perbesar
Tentara Amerika Serikat di Afghanistan pada Juni 2017 (File / AP PHOTO)

PBB telah berulang kali menuntut pasukan pemerintah dan Taliban mengambil lebih banyak tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, misi PBB di Afghanistan mengatakan bahwa 1.783 warga sipil tewas atau terluka di Afghanistan, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

HALO Trust adalah satu dari beberapa organisasi penjinak ranjau di Afghanistan yang membersihkan ranjau-ranjau yang belum meledak.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Afghanistan dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa sebuah helikopter MI-17 telah jatuh karena masalah teknis. Kecelakaan di wilayah timur provinsi Maidan Wardak itu menewaskan tiga awak dan melukai seorang lainnya

Lanjutkan Membaca ↓