Dubes Arab Saudi Temui Menkominfo, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Ekonomi Digital

Oleh Liputan6.com pada 10 Jun 2021, 12:03 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 12:07 WIB
Dubes Arab Saudi
Perbesar
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate di Rumah Dinas Menteri, Kompleks Widya Chandra, Rabu 9 Juni. Peremuan itu untuk menindaklanjuti kerja sama digital kedua negara.

"Kerja sama bilateral yang dibicarakan berkaitan dengan bagaimana kerja sama antara Kerajaan Saudi dan Indonesia di bidang ekonomi digital yang sudah dirintis dari awal dan bagaimana ini untuk diteruskan agar menjadi lebih konkret," kata Johnny, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (10/6/2021).

Pembahasan tentang Digital Collaboration Organization (DCO) dan kerja sama ekonomi digital dengan Arab Saudi merupakan tindak lanjut dari pertemuan G-20 di Davos, Swiss, pada 2020.

Johnny menyampaikan, fokus Indonesia saat ini tertuju pada penyelesaian pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Kominfo juga pernah mengirim surat kepada Menteri Telekomunikasi Kerajaan Arab Saudi pada November 2020.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belum Jadi Prioritas Utama

menkominfo
Perbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Ist)

Kerja sama multilateral di tingkat internasional belum jadi prioritas utama sejak 2020. Indonesia pada waktu mendatang akan menjadi Presidensi G-20 dan Digital Economy Task Force (DETF), menurut Johnny, sehingga Arab Saudi mengusulkan Indonesia menjadi negara pendiri DCO.

Tidak berarti Indonesia menolak usulan Arab Saudi, namun, prioritas Indonesia saat ini belum pada kerja sama multilateral. "Saya kira itu bisa kita sambut baik untuk tetap menjalin komunikasi di tingkat teknis," kata Johnny.

Kewenangan mengenai kerja sama multilateral di tingkat internasional berada di bawah Kementerian Luar Negeri.

"Leading sector-nya berada pada Kementerian Luar Negeri. Dan pertimbangan Kementerian Luar Negeri, sesuai dengan arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini adalah fokus untuk menyesuaikan masalah dari pandemi COVID-19 dan recovery ekonomi nasional," kata Johnny.

Kementerian Kominfo, berdasarkan Keputusan Presiden No 12 Tahun 2021, menjadi penanggung jawab untuk bidang komunikasi media dalam acara G-20 Summit di Riyadh, Arab Saudi, pada 2022 nanti.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Terpuruk di Era Digital

Banner Infografis Terpuruk di Era Digital
Perbesar
Banner Infografis Terpuruk di Era Digital
Lanjutkan Membaca ↓