Usai Ditampar, Emmanuel Macron Pamer Video Bertemu Pendukung

Oleh Tommy Kurnia pada 09 Jun 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 09 Jun 2021, 17:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron pamer video bertemu pendukung setelah wajahnya ditampar.
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron pamer video bertemu pendukung setelah wajahnya ditampar. Dok: Twitter Emmanuel Macron @emmanuelmacron

Liputan6.com, Paris - Sebuah insiden bersejarah terjadi Prancis pada Selasa 8 Juni 2021. Presiden Emmanuel Macron ditampar oleh orang tak dikenal ketika ia sedang menyapa masyarakat.

Penamparan Presiden Macron menjadi viral di media sosial, termasuk di Indonesia.  

Beberapa jam setelah peristiwa terjadi, akun Twitter Presiden Macron langsung menyebarkan video yang menunjukan Presiden Macron bertemu pendukungnya. Video itu dilengkapi caption "Wajah dari Prancis!"

Perdana Menteri Prancis Jean Castex telah mengecam peristiwa penamparan itu. Ia mengatakan bahwa kekerasan seperti itu bukanlah demokrasi. Sementara, Presiden Macron belum bicara tentang isu tersebut.

Akun Twitter milik Macron hanya membahas pelonggaran lockdown yang akan menguntungkan industri restoran, dan Instagramnya memposting fotonya bersama beberapa koki.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pelaku Ditangkap

Wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar demonstran.
Perbesar
Wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar demonstran. Dok: Twitter

Pada video yang beredar, Presiden Macron sedang mengunjungi seorang demonstran bersama ajudannya. Seorang pria bermasker bersalaman dengan Macron lalu menampar wajahnya. 

Ajudan Macron dan pasukan Gendarmerie langsung turun tangan dan mengamankan suasana. Presiden Macron ditarik mundur oleh ajudannya. 

Menurut laporan CNBC, peristiwa terjadi ketika Presiden Macron mengunjungi sekolah kuliner. Ada dua orang yang ditahan akibat kejadian tersebut. Aparat masih melakukan investigasi.

Aksi penamparan itu mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Jean Casteaux. Ia menegaskan demokrasi adalah debat, dialog, dan konfrontasi ide, dan bukan kekerasan. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya