Ditampar hingga Dilempar Telur, Insiden Memalukan Presiden Prancis Macron di Depan Publik

Oleh Tanti Yulianingsih pada 09 Jun 2021, 15:57 WIB
Diperbarui 09 Jun 2021, 15:57 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin peringatan 100 tahun berakhirnya gencatan senjata Perang Dunia I di Paris, 11 November 2018. (AP/Thibault Camus)
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin peringatan 100 tahun berakhirnya gencatan senjata Perang Dunia I di Paris, 11 November 2018. (AP/Thibault Camus)

Liputan6.com, Paris - Aksi penamparan wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron oleh seorang demonstran tengah viral. Peristiwa itu terjadi ketika Macron sedang melakukan kunjungan di Drome, Selasa 8 Juni 2021.

Detik-detik momen viral tersebut terekam video dan dengan cepat beredar luas.

Selain penamparan tersebut, sejumlah insiden memalukan pernah dialami Macron sebelumnya. Bahkan sang istri  Brigitte Trogneux, juga menjadi korban yang sejatinya dialamatkan ke presiden Prancis itu.

Berikut ini insiden memalukan yang pernah dialami Emmanuel Macron, Liputan6.com rangkum dari beragam sumber, Rabu (9/6/2021). Beberapa di antaranya pun viral.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Macron Ditampar Demonstran

Wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar demonstran.
Perbesar
Wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar demonstran. Dok: Twitter

Presiden Macron sedang mengunjungi seorang demonstran bersama ajudannya, ketika tiba-tiba seorang pria bermasker bersalaman dengannya, lalu menampar wajahnya.

Ajudan Macron dan pasukan Gendarmerie langsung turun tangan dan mengamankan suasana. Presiden Macron ditarik mundur oleh ajudannya. 

Menurut laporan CNBC, peristiwa terjadi ketika Presiden Macron mengunjungi sekolah kuliner. Ada dua orang yang ditahan akibat kejadian tersebut. Aparat masih melakukan investigasi.

Aksi penamparan itu mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Jean Casteaux. Ia menegaskan demokrasi adalah debat, dialog, dan konfrontasi ide, dan bukan kekerasan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Dihina Presiden Turki Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Perbesar
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Source: AP Photo/Burhan Ozbilici)

Oktober 2020 lalu, Presiden Turki mengklaim Emmanuel Macron 'membutuhkan perawatan kesehatan mental' atas sikapnya terhadap Islam.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Emmanuel Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental atas sikapnya terhadap Muslim. Hal itu mendorong Prancis untuk menarik duta besarnya.

Mengutip Sky News, Paris menggambarkan pernyataan Erdogan sebagai hal yang sangat kasar, menambahkan: "Kami tidak menerima penghinaan."

Selama pertemuan partai, pemimpin Turki itu mengatakan: "Apa masalah orang yang disebut Macron ini dengan Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Macron Diejek Petinggi Brasil Membawa Nama Sang Istri

Keramahan Presiden Prancis Saat Menyambut Pemimpin Dunia di KTT G7
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan istrinya Brigitte Macron (dua kiri) menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (dua kiri) dan istrinya Akie Abe (kiri) di KTT G7, Biarritz, Prancis, Sabtu (24/8/2019). (AP Photo/Markus Schreiber)

Sebelumnya pada Agustus 2019, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga jadi sasaran penghinaan oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ia pun marah.

Perkara itu dimulai setelah Jair Bolsonari membalas unggahan Twitter tentang istrinya dengan respons tawa.

Macron menyebut rakyat Brasil malu akan perilaku Presidennya.

"Mereka menyerang istri saya dengan ekstrem. Apa yang bisa saya katakan. Saya sedih... Ya sedih... Sedih bagi dirinya (Presiden Brasi) dan rakyat Brasil. Saya pikir perempuan Brasil sangat malu setelah membaca pernyataan presidennya. Warga Brasil juga pasti malu dengan kelakuannya dan berharap presidennya berperilaku baik kepada orang lain dan saya sangat menghormati persahabatan dengan masyarakat Brasil, saya harap mereka (rakyat Brasil) akan punya presiden yang menjalankan tugasnya," ucap Macron dalam pernyataannya kepada publik kala itu.

Selang beberapa hari, penghinaan juga disampaikan oleh Menteri Brasil, yang menyatakan ibu negara Prancis Brigitte Macron "benar-benar jelek".

Seperti diberitakan NDTV, Menteri ekonomi Brasil Paulo Guedes mengatakan dia setuju dengan komentar Presiden Jair Bolsonaro tentang penampilan Macron.

"Presiden mengatakannya -- itu benar," katanya disambut tepuk tangan selama forum ekonomi. "Wanita itu benar-benar jelek."

Dikutip dari The Local, pada 2017 Brigitte Macron istri presiden terpilih Prancis, Emmanuel Macron juga menjadi korban majalah satir Charlie Hebdo.

Umur Brigitte yang 24 tahun lebih tua daripada suaminya jadi sorotan.

Sindiran Charlie Hebdo kepada Brigitte Macron sendiri sudah dimulai sejak mulainya kampanye pemilihan presiden.

Emmanuel Macron berkomentar melalui harian Le Parisien tentang adanya tulisan terkait hubungannya yang dituding menjurus kepada "misogini."

Katanya, "Kalau saya berusia 20 tahun lebih tua daripada istri saya, tak satupun orang yang menganggap saya tak mampu menjadi pasangan yang intim."

"Karena ia berusia 20 tahun lebih tua daripada saya, banyak orang bilang, 'Hubungan ini tidak bertahan lama, hubungan ini tidak mungkin.'"

Walaupun sekarang Macron telah terpilih sebagai presiden baru Prancis, komentar-komentar tentang istrinya belum mereda. Ulah teranyar Charlie Hebdo menjadi buktinya.

Halaman depan terbitan Charlie Hebdo pada 2017 lalu itu menggambarkan Brigitte Macron sedang memegang perutnya yang digambarkan seperti sedang hamil tua.

Teks pengantarnya berbunyi, "Dia (Emmanuel) akan menciptakan mukjizat." Kartun itupun dijadikan gambar profil laman Facebook milik akun Charlie Hebdo.

Unggahan di Facebook itu meraup 'like' dari 3.500 orang, tapi dunia Twitter dipenuhi tudingan bahwa terbitan itu bersifat "seksis."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Dilempar Telur

Emmanuel Macron- Brigitte Trogneux-Presiden Prancis- AP Images-20170508
Perbesar
Kegigihan Macron untuk mempertahankan perasaannya membuahkan hasil. Keduanya menikah pada 2007 silam. (AP Images)

Ketika menjadi Menteri Ekonomi Prancis, Emmanuel Macron pernah dilempari telur. Insiden pada Juni 2016 itu terjadi ketika ia mengunjungi kantor pos di dekat Paris.

Mengutip Politico dari laporan Le Parisien, Macron sedang mengunjungi kantor di Montreuil, timur Paris, ketika dia berhadapan langsung dengan sekelompok pekerja dan anggota Partai Komunis yang marah atas upaya pemerintahnya untuk mereformasi undang-undang perburuhan. Para pengunjuk rasa lalu melemparkan telur ke Macron dan satu telur mengenainya di sisi kepala saat dia memasuki gedung.

Roger Karoutchi, dari partai Républicains kanan-tengah, menulis dalam sebuah tweet bahwa insiden itu seharusnya tidak terjadi.

“Saya tidak mendukung Macron … Tetapi ketidakhadiran wali kota di Montreuil untuk kunjungannya dan pelemparan telur pada saat kedatangannya? Inikah semangat Republik?” Karoutchi menulisnya di Twitter.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya