Ulama Syiah Pendiri Hizbullah Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Jun 2021, 19:51 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 20:31 WIB
Ilustrasi bendera Iran
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Teheran - Ulama Syiah Ali Akbar Mohtashamipour meninggal dunia karena COVID-19. Ia wafat pada usia 74 tahun pada Senin 7 Juni 2021 di Tehran, Iran.

Menurut laporan Al Jazeera, Selasa (8/6/2021), Ali Akbar Mohtashamipour merupakan sekutu dekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ruhollah Khomeini. Ia juga keturunan Nabi Muhammad SAW.

Ia lantas menjadi Duta Besar Iran di Suriah, kemudian membantu mendirikan Hizbullah. Ia juga ikut berperan dalam mendirikan Garda Penjata Revolusi Islam.

Namun, ia kemudian masuk ke barisan reformis di Iran karena ingin mengubah teokrasi Iran dari dalam.

Pada 2009, sempat menentang terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad di pemilu. Mohtashamipour lantas mendukung tokoh oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mahdi Karroubi di Pergerakan Hijau di Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei turut menyampaikan duka cita atas kepergian Mohtashamipour.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keturunan Nabi Muhammad SAW

Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)
Perbesar
Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)

Ali Akbar Mohtashamipour dikenal sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Hal itu juga disimbolkan dari korban hitam yang ia kenakan.

Usai menentang Ahmadinejad, Mohtashamipour bertempat tinggal di Najaf, Iraq. Kota itu merupakan kota suci bagi kelompok Syiah.

Ali Akbar Mohtashamipour juga pernah diasingkan di kota itu oleh Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Ia dulu pernah kehilangan tangan kanannya karena bom. Diduga, bom itu merupakan milik Israel.

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓