Ilmuwan Temukan Spesies Baru Dinosaurus Terbesar di Benua Australia

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 08 Jun 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 15:55 WIB
Ilustrasi jenis dinosaurus Tyronnosaurus Rex (Sumber: Istockphoto)
Perbesar
Ilustrasi jenis dinosaurus Tyronnosaurus Rex (Sumber: Istockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Para ilmuwan di Australia telah mengklasifikasikan spesies baru dinosaurus yang ditemukan pada 2007, sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan di benua itu. Australotitan cooperensis atau "titan selatan", adalah salah satu dari 15 dinosaurus terbesar yang ditemukan di seluruh dunia.

Seperti dilansir BBC, Selasa (8/6/2021), para ahli mengatakan, titanosaurus akan memiliki tinggi hingga 6,5 ​​m (21 kaki) dan panjang 30 m, atau "sepanjang lapangan basket". Kerangkanya pertama kali ditemukan di sebuah peternakan di barat daya Queensland.

Ahli paleontologi telah bekerja selama dekade terakhir untuk mengidentifikasi dinosaurus - membedakannya dari spesies lain yang diketahui dengan membandingkan pemindaian tulangnya dengan sauropoda lainnya.

Sauropoda adalah dinosaurus pemakan tumbuhan yang dikenal karena ukurannya. Mereka memiliki kepala kecil, leher sangat panjang, ekor panjang dan kaki tebal seperti pilar. 

Dinosaurus ini menjelajahi benua selama Periode Kapur, sekitar 92-96 juta tahun yang lalu.

 
 
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dinosaurus Terbesar di Australia

Kerangka Dinosaurus Langka Terjual
Perbesar
Kerangka dinosaurus yang sangat langka dipajang di lantai pertama Menara Eiffel, Paris, 2 Juni 2018. Kerangka dinosaurus yang menyerupai dinosaurus karnivora, allosaurus, itu ditemukan dalam penggalian di Wyoming, AS pada 2013. (AFP/STEPHANE DE SAKUTIN)

Proses identifikasi dinosaurus tersebut memakan waktu lama karena lokasi tulang yang terpencil dan ukurannya serta kondisinya yang rapuh.

Tetapi banyak dari sisa-sisa itu ditemukan utuh, kata peneliti dari Museum Queensland dan Museum Sejarah Alam Eromanga.

Tim menemukan Australotitan terkait erat dengan tiga spesies sauropoda lainnya - Wintonotitan, Diamantinasaurus dan Savannasaurus.

"Sepertinya dinosaurus terbesar di Australia adalah bagian dari satu keluarga besar yang bahagia," kata Dr Scott Hocknull, salah satu peneliti utama. 

Tulang-tulang itu pertama kali ditemukan pada 2007 di sebuah peternakan keluarga dekat Eromanga, yang dimiliki oleh dua peneliti dinosaurus, Robyn dan Stuart Mackenzie.

"Sungguh menakjubkan untuk berpikir dari tulang pertama yang ditemukan oleh putra kami, penggalian pertama dengan Museum Queensland, hingga pengembangan museum nirlaba yang menjalankan penggalian dinosaurus tahunan, semuanya telah membantu kami mencapai titik ini, itu hak istimewa yang nyata," kata Stuart Mackenzie.

Pemerintah negara bagian Queensland menyambut baik klasifikasi tersebut pada hari Selasa dan menyebutnya sebagai anugerah bagi penemuan dinosaurus lokal.

"Australia adalah salah satu perbatasan terakhir untuk penemuan dinosaurus dan Queensland dengan cepat mengukuhkan dirinya sebagai ibu kota palaeo negara - masih banyak lagi yang bisa ditemukan," kata Dr Jim Thompson, kepala eksekutif Jaringan Museum Queensland.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk

Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Perbesar
Infografis Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Lanjutkan Membaca ↓