Aung San Suu Kyi Kehabisan Makanan Selama Tinggal di Rumah Tahanan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 08 Jun 2021, 12:31 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 12:31 WIB
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada Selasa 19 September 2017 akhirnya bicara ke dunia soal krisis di Rakhine yang memicu eksodus massal warga Rohingya ke Bangladesh
Perbesar
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada Selasa 19 September 2017 akhirnya bicara ke dunia soal krisis di Rakhine yang memicu eksodus massal warga Rohingya ke Bangladesh (AP Photo/Aung Shine Oo)

Liputan6.com, Yangon - Aung San Suu Kyi meminta agar tim kuasa hukumnya membantu menyediakan makanan bagi dirinya selama berada di rumah tahanan. Kini wanita yang pernah mendapat hadiah Nobel Peramaian ini mendapat permasalahan soal stok pangan.

Tak hanya Aung San Suu Kyi, bersama delapan tahanan lain dan seekor anjing bernama Taichido juga butuh makanan, seperti dikutip dari laman irrawaddy, Selasa (8/6/2021).

Selama sidang pengadilan di Naypyitaw, Myanmar pada Senin 7 Juni, Suu Kyi memberi tahu tim hukumnya tentang kekurangan uang yang ia alami. Tak hanya itu, kebutuhan akan obat-obatan dan persediaan lainnya karena dia dan tahanan lainnya menggunakan uang pribadi untuk membeli makanan.

"Amay [Ibu, mengacu pada Aung San Suu Kyi] mengatakan dia dan yang lainnya membutuhkan uang tunai untuk makanan serta persediaan setiap dua minggu," kata Daw Min Min Soe, salah satu dari lima anggota tim hukum yang mewakili Aung San Suu Kyi.

Ketika militer merebut kekuasaan, menggulingkan pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi, dia ditempatkan di bawah tahanan rumah dan dipindahkan ke tempat isolasi.

Tak Sudi Terima Bantuan Junta Militer

Aung San Suu Kyi
Perbesar
Aung San Suu Kyi (AFP)

Suu Kyi mengatakan kepada tim hukumnya bahwa dia tidak menginginkan dukungan dari mereka (junta militer) yang menahannya dan meminta bantuan pengacara jika memungkinkan.

"Amay mengatakan junta akan memberikan dukungan tetapi dia ingin menyelesaiikan masalahnya sendiri. Amay menambahkan bahwa uang tunai 5 juta kyat (US$ 3.050) sudah cukup untuk saat ini," kata pengacara itu.

Junta telah mengajukan sejumlah tuntutan terhadap Aung San Suu Kyi, termasuk Pasal 25 Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam, Undang-Undang Ekspor dan Impor, Undang-Undang Telekomunikasi, UU penghasutan dan Undang-Undang Rahasia Resmi.

Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint dan Ketua Dewan Naypyitaw Myo Aung hadir di pengadilan pada 24 Mei dan 7 Juni, sementara sidang sebelumnya diadakan melalui konferensi video.

Hakim pada Senin (7/6) setuju untuk mendengarkan sejumlah dakwaan terhadap Daw Aung San Suu Kyi dalam waktu 180 hari setelah penangkapannya.

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓