Dugaan Islamofobia Muncul di Kasus Tabrak Lari Kanada

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Jun 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 10:42 WIB
ilustrasi bendera Kanada.
Perbesar
ilustrasi bendera Kanada. (iStockphoto)

Liputan6.com, London - Empat anggota keluarga Muslim menjadi korban tabrak lari di London, Kanada. Polisi curiga ada motif Islamofobia dalam peristiwa tersebut.

"Kami percaya ini adalah tindakan disengaja dan para korban di insiden mengerikan ini dijadikan target," ujar Kepala Kepolisian Steve Williams seperti dikutip DW.com, Selaa (8/6/2021).

"Kami percaya para korban ditarget karena kepercayaan Islam mereka," lanjut Williams.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau turut mengecam tindakan itu dan berkata Islamofobia tak memiliki tempat di Kanada.

Pelaku diduga masih berusia 20 tahun. Total orang yang ditabrak adalah lima orang.

Ia sudah ditangkap di parkiran mal yang tak jauh dari TKP. Kini, ia dijerat empat pasal pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Kanada Tolak Islamofobia

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (AFP Photo)
Perbesar
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (AFP Photo)

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan bela sungkawa serta dukungan bagi komunitas Muslim di negaranya. Ia menyebut tindakan itu sebagai tindakan kebencian.

"Saya merasa ngeri dengan berita dari London, Ontario. Kepada orang-orang tercinta yang diteror oleh tindakan kebencian kemarin, kami semua berada di sini untukmu," ujar Trudeau.

Ada satu korban anak-anak di rumah sakit, dan PM Trudeau juga berjanji akan tetap hadir bagi korban.

PM Trudeau juga menegaskan tidak ada tempat bagi Islamofobia di masyarakat Kanada.

"Kepada komunitas Muslim di London dan kepada umat Muslim di seantero negara, ketahuilah bahwa kami berdiri bersamamu. Islamofobia tidak memiliki tempat di masyarakat-masyarakat kita. Kebencian ini berbahaya dan tercela, dan ini harus berhenti," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓