Kamala Harris Janji Usir Imigran Ilegal yang Datang ke AS

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Jun 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 08:30 WIB
Wapres AS Kamala Harris di Guatemala.
Perbesar
Wapres AS Kamala Harris di Guatemala. Dok: White House

Liputan6.com, Guatemala City - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris berkunjung ke Guatemala. Ini adalah lawatan internasional Kamala setelah berkuasa di Gedung Putih. 

Kamala melakukan konferensi pers bersama Presiden Guatemala, Alejandro Giamattei. Ia membahas isu korupsi lintas negara dan imigran ilegal dari Guatemala agar tidak datang ke AS. 

"Saya ingin memperjelas kepada kawan-kawan di wilayah ini yang berpikir melakukan perjalanan berbahaya ke perbatasan AS-Meksiko. Jangan datang," ujar Kamala Harris di Guatemala City, dikutip Selasa (8/6/2021).

"Jangan datang," ia mengulangi.

Mantan Jaksa Agung California ini menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menegakan hukumnya dan mengamankan perbatasan. Ia lantas menyuruh imigran agar menggunakan cara legal.

"Kami tidak akan menyarankan imigrasi ilegal. Dan saya percaya jika kamu datang ke perbatasan kami, kamu akan diusir," ucap Kamala.

Kamala Harris juga meminta agar kelompok masyarakat di Guatemala ikut mencegah orang-orang yang nekat ingin datang ke AS secara ilegal. Kamala berkata yang diuntungkan dari aksi semacam itu hanyalah coyote (penyelundup imigran).

Ia lantas berjanji kepada Presiden Giamattei untuk membantu kesejahteraan Guatemala agar muncul harapan di negara tersebut, sehingga masyarakat tidak nekat mengadu nasib ke AS.

Masalah Imigrasi Ilegal

Kamala Harris Tiba di Guatemala City
Perbesar
Wakil Presiden AS Kamala Harris melambaikan tangan setibanya di Pangkalan Angkatan Udara di Guatemala City, Minggu (6/6/2021). Kamala Harris tiba di Guatemala, dalam perjalanan luar negeri pertamanya ke Amerika Latin, untuk mengatasi masalah lonjakan pengungsi di sana. (Orlando ESTRADA/AFP)

Guatemala adalah salah satu negara Amerika Latin dengan imigran terbanyak yang ingin masuk ke AS. Pada Januari 2021, ada ribuan karavan imigran yang ingin menuju AS dengan harapan Presiden Joe Biden dapat lebih terbuka menyambut mereka. 

Pemerintah Guatemala berhasil membubarkan karavan tersebut. Sementara, Presiden Joe Biden juga dengan tegas membantah anggapan bahwa para imigran ilegal datang ke AS karena dirinya dianggap baik. 

"Saya bisa mengatakan secara jelas: Jangan datang," tegas Joe Biden dalam wawancara eksklusif ABC News, dikutip Maret 2021.

"Saya waktu itu mendengar bahwa mereka datang karena saya adalah orang baik," ujar Biden. "Ini kesepakatannya, mereka tidak akan datang." 

Lanjutkan Membaca ↓