40 Orang Tewas Akibat Tabrakan Kereta Api Pakistan

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Jun 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 08:01 WIB
Tabrakan Kereta Api di Pakistan, 30 Orang Tewas
Perbesar
Gambar dari video ini, menunjukkan kereta setelah tabrakan di Ghotki, Pakistan, Senin (7/6/2021). Juru bicara Pakistan Railways mengatakan kemungkinan masih banyak penumpang terjebak di dalam kereta. (AP Photo)

Liputan6.com, Ghotki - Korban tabrakan kereta api di provinsi Sindh, Pakistan, bertambah menjadi setidaknya 40 orang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 7 Juni 2021. 

Menurut laporan BBC, Selasa (8/6/2021), salah satu kereta api keluar jalur dan memasuki jalur lain. Akibatnya, terjadi tabrakan dengan kereta di jalur lain tersebut. 

Seorang pejabat di distrik Ghotki, lokasi kejadian kecelakaan, berkata ada sekitar 47-50 orang di salah satu kereta, dan 50-60 orang di kereta lainnya.

Menteri Informasi dan Penyiaran, Fawad Chaudhry, menyatakan ada lebih dari 100 orang terluka. Ia juga khawatir jumlah korban jiwa bisa lebih tinggi. Ia pun mengakui masalah kualitas jalur kereta api di negaranya. 

"Sayangnya, sejak lama, sistem jalur kereta api kita dan departemen-departemen lainnya mengalami kekurangan finansial yang perlu diinvestasikan," ujarnya. "Hasilnya, kita melihat deteriorasi di departemen-departemen ini."

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ucapan Duka dari PM Imran Khan

Tabrakan Kereta Api di Pakistan, 30 Orang Tewas
Perbesar
Gambar dari video ini, menunjukkan kereta setelah tabrakan di Ghotki, Pakistan, Senin (7/6/2021). Dua kereta ekspres bertabrakan di Pakistan selatan Senin pagi. (AP Photo)

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku kaget atas kecelakaan yang terjadi. Ia meminta agar keluarga korban dibantu.

"Telah meminta Menteri Perkeretaapian untuk mendatangi lokasi dan memastikan bantuan medis kepada yang terluka, dan support bagi keluarga yang meninggal," ujar PM Khan melalui Twitter. 

Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi.

"Memerintahkan investigasi komprehensif kepada kesalahan yang terjadi pada keselamatan perkeretaapian," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓