Temui Menlu ASEAN dan RRT, Menlu Retno Ajak Kerja Sama Tuntaskan Vaksinasi COVID-19

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 07 Jun 2021, 17:48 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 18:06 WIB
Menlu Retno Marsudi dalam press briefing bersama dengan awak media pada Kamis (17/9/2020).
Perbesar
Menlu Retno Marsudi dalam press briefing bersama dengan awak media pada Kamis (17/9/2020). (Dok: Kemlu RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menlu Retno Marsudi menegaskan pentingnya kerja sama negara-negara untuk menuntaskan vaksinasi COVID-19 guna mengakhiri pandemi. 

Dalam pertemuan dengan Menlu RRT dan ASEAN yang diadakan sebagai perayaan 30 tahun hubungan kemitraan antara kedua pihak, peningkatan respons terhadap pandemi perlu ditingkatkan. 

Hal ini ditegaskan oleh Menlu Retno mengingat pandemi COVID-19 yang masih jauh dari selesai.

Kesenjangan vaksin global tentu akan berisiko memperlama pandemi, termasuk di Asia Tenggara. 

Saat ini, 75% vaksin dinikmati oleh 10 negara, dan hanya 0.4% yang dinikmati oleh negara berpendapatan rendah. Sementara ASEAN sejauh ini baru memvaksinasi 7,8% populasinya. 

"RRT dalam hal ini memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kerjasama vaksin," papar Menlu Retno dalam pers briefing virtual, Senin (7/6/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pentingnya Kerja Sama dengan RRT

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)
Perbesar
Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Dengan telah diterimanya persetujuan EUL WHO bagi Sinopharm dan Sinovac, maka diharapkan RRT dapat melakukan kerjasama dosis sharing termasuk melalui COVAX Facility.

Pertemuan tersebut mengharapkan peningkatan kerja sama dengan RRT termasuk dalam bentuk dukungan ASEAN COVID-19 Response Fund, dosis sharing melalui COVAX Facility hingga peningkatan kapasitas produksi. 

Selain itu, kemitraan ASEAN-RRT juga mengharapkan ketahanan kesehatan kawasan guna mengantisipasi pandemi di masa mendatang. 

"Di tingkat global, kita harus bekerja sama untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang pada perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan pandemi," sambung Menlu Retno lagi.

Lanjutkan Membaca ↓