Top 3: Prajurit Lompat ke Laut dari Kebakaran Kapal Perang Terbesar Iran hingga COVID-19 Dunia Tembus 171 Juta

Oleh Tanti Yulianingsih pada 04 Jun 2021, 09:56 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 09:56 WIB
Ilustrasi arus, gelombang, laut
Perbesar
Ilustrasi arus, gelombang, laut. (Photo by Anastasia Taioglou on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 400 prajurit melompat ke laut akibat terbakarnya kapal terbesar Iran ternyata menjadi sorotan para pembaca kanal Global Liputan6.com edisi Jumat (4/6/2021).

Kapal itu sedang melakukan latihan ketika api tersulut pada Rabu pagi. Para kadet dan kru kapal lompat ke laut dengan memakai life jacket.

Selain itu, isu mengenai infeksi COVID-19 dunia yang telah menembus 171,5 juta kasus per 3 Juni 2021 ternyata juga mencuri perhatian. Bersamaan dengan pertambahan tersebut, kasus di Amerika Serikat kini terpantau berjumlah 33,3 juta orang.

Sementara itu, persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap vaksin COVID-19 Sinovac juga tak kalah jadi sorotan. 

Vaksin COVID-19produksi China itu telah diberi izin oleh otoritas Singapura melalui jalur akses khusus usai keputusan terbaru dari WHO, demikian disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada Rabu 2 Juni.

Vaksin Sinovac telah disetujui oleh WHO per Selasa 1 Juni, demikian dikutip dari laman Channel News Asia.

Berikut ini Top 3 Global Liputan6.com selengkapnya:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Kapal Perang Terbesar Iran Terbakar, 400 Prajurit Lompat ke Laut

Kapal Republik Islam Iran (Kharg) ke Republik Indonesia
Perbesar
Kapal Republik Islam Iran (Kharg) ke Republik Indonesia. Dok: Kedubes Iran di Jakarta

Kharg adalah kapal perang terbesar Iran yang terbakar itu mulai dioperasikan sejak tahun 1970-an. Pada Januari 2021, statusnya sebagai kapal terbesar beralih ke kapal Makran yang dulunya oil tanker.

Kapal Kharg juga sempat datang ke Indonesia pada Februari 2020 untuk merayakan hubungan diplomatik Iran-Indonesia ke-50. Kapal itu berlabuh di Tanjung Priok.

Para kadet dan kru kapal yang berjumlah lebih dari 400 orang pun lompat ke laut dengan memakai life jacket.

Beberapa jam setelah Kharg tenggelam, muncul kebakaran di kilang minyak di Iran, sehingga muncul spekulasi "shadow war" dengan Israel.

Selengkapnya di sini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. 3 Juni 2021: Angka COVID-19 Dunia Tembus 171 Juta

Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Per 3 Juni 2021, Jumlah jkasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 171,5 juta kasus di seluruh dunia. Kasus di Amerika Serikat kini berjumlah 33,3 juta orang.

Ada perkembangan baik di Inggris, sebab laporan kasus kematian mulai berkurang. Jumlah vaksinasi di dunia juga terus meningkat hingga 1,97 miliar dosis.

Kondisi Malaysia saat ini sedang lockdown selama dua pekan dengan total 587 ribu kasus. Negara bagian Victoria di Australia juga sedang lockdown. Di Melbourne, ada 20 ribu kasus.

Kerajaan Arab Saudi juga sedang mencatat kenaikan kasus hingga sekitar 1.200 per hari. Total kasus di negara itu mencapai 452 ribu.

Sementara, kasus COVID-19 di China masih tetap stabil tanpa lonjakan signifikan dengan total 103 ribu.

Baca lanjutannya di sini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Singapura Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sinovac

Banner Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Per 1 Juni 2021, Vaksin Sinovac telah disetujui oleh WHO, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis 3 Juni 2021.

Singapura telah menerima pasokan dosis Sinovac, vaksin tersebut belum disetujui untuk digunakan oleh Health Sciences Authority (HSA).

Negara itu sebelumnya hanya memberi lampu hijau untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang keduanya didasarkan pada teknologi mRNA.

 

Lanjutkan Membaca ↓