Ucapan Joe Biden ke Gadis Kecil di Pangkalan Militer Tuai Kontroversi

Oleh Tommy Kurnia pada 03 Jun 2021, 11:06 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 11:06 WIB
Presiden AS Joe Biden di pangkalan militer Virginia.
Perbesar
Presiden AS Joe Biden di pangkalan militer Virginia. Dok: White House

Liputan6.com, Hampton - Momen canggung terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpidato di pangkalan militer Virginia. Ia tiba-tiba menatap seorang gadis kecil dan menyebutnya mirip orang dewasa. 

Video tersebut menjadi viral karena ucapan Joe Biden dianggap kurang pantas terhadap anak kecil.

"Saya menyukai topi baret di rambutmu," ujar Joe Biden dalam acara akhir Mei lalu. "Lihatlah dia yang terlihat seperti 19 tahun, duduk di sana seperti wanita kecil dengan menyilangkan kakinya."

Wanita yang menjadi penerjemah bahasa isyarat Presiden Biden sempat berhenti dan tersenyum canggung di bagian pidato tersebut.

Gadis yang tampak seperti anak usia SD itu sempat ikut naik ke panggung bersama dua kakak lelakinya. Ibu dari gadis itu memberi sambutan kepada Presiden Joe Biden di Joint Base Langley-Eustis di Hampton, Virginia, demikian laporan New York Post, Kamis (3/6/2021), 

Ini bukan pertama kalinya Joe Biden memberikan komentar canggung tentang perempuan. Beberapa waktu lalu, Biden juga disorot karena menggoda perawat di tempat vaksinasi dengan menyebutnya mirip mahasiswi baru. Wakil Presiden Kamala Harris hadir dalam percakapan tersebut dan memuji perawat itu atas profesionalitasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Joe Biden-Vladimir Putin Bertemu di Jenewa 16 Juni 2021

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington.
Perbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington. (Foto: AP / Evan Vucci)

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu di Jenewa, Swiss pada 16 Juni 2021 mendatang.

Pengumuman tentang pertemuan itu disampaikan oleh Gedung Putih dan Kremlin pada Selasa 25 Mei 2021.  

Pertemuan tersebut juga akan dilakukan di tengah perselisihan tajam mengenai isu tuduhan keterlibatan dalam pemilu, serangan siber, hak asasi manusia dan Ukraina.

Awal bulan ini, laporan Reuters menyebutkan bahwa AS dan Rusia menurunkan ekspektasi untuk terobosan di KTT negara adidaya, dengan tidak ada yang berminat untuk membuat konsesi atas ketidaksepakatan mereka.

"Para pemimpin akan membahas berbagai masalah penting, karena kami berusaha memulihkan prediktabilitas dan stabilitas hubungan AS-Rusia," kata sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/5/2021).

Lanjutkan Membaca ↓