British Council Undang Anak Muda Ikut The Climate Connection

Oleh Tommy Kurnia pada 02 Jun 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 02 Jun 2021, 09:30 WIB
Kampanye The Climate Connection.
Perbesar
Kampanye The Climate Connection. Dok: British Council

Liputan6.com, Jakarta - British Council meluncurkan kampanye The Climate Connection untuk menjadi platform bagi para pemuda seluruh dunia untuk berbagi ide tentang perubahan iklim. Para anak muda diajak mencari solusi bersama melalui pendidikan, seni dan budaya, serta sains.

Program ini juga berperan untuk mendukung Konferensi Perubahan Iklim PPB ke-26 (COP26) di Glasgow, Skotlandia, pada 1 – 12 November.

“Perubahan iklim adalah masalah global, dan juga masalah hubungan budaya. Melalui kampanye dan program Climate Connection kami, kami akan memanfaatkan keahlian kami di bidang pendidikan, seni, dan pertukaran budaya, untuk mendukung orang di mana pun dalam menemukan solusi inovatif untuk tantangan global terbesar yang kita sedang hadapi," ujar Hugh Moffatt, Country Director British Council Indonesia dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (2/6/2021).

"Secara khusus, kami membantu para pemuda di Indonesia untuk mengasah keterampilan baru, menjadi warga negara yang aktif, dan memberikan kontribusi positif bagi dunia. Kami tahu peran pemuda adalah kunci untuk mitigasi dan adaptasi yang berkelanjutan dalam mengatasi perubahan iklim," jelas Moffatt.

Kampanye The Climate Connection dari British Countil ini mengundang anak-anak muda dari berbagai bidang untuk terlibat, mulai dari para peneliti, jurnalis, dan desainer muda.

Pada 1 Juni 2021, sembilan pemuda Indonesia juga mengikuti Roundtable dialogue dengan Alok Sharma, COP26 President-Designate. Mereka menyampaikan pandangan mereka kepada Sharma tentang lingkungan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, daerah terpencil, hingga finansial.

Berikut program-program di kampanye The Climate Connection:

The Climate Connection

[Fimela] Lingkungan Hidup
Perbesar
ilustrasi lingkungan hidup | pexels.com/@baurzhan-kadylzhanov-129000

Berikut program The Climate Connection dari British Council yang meliputi kebijakan, keterlibatan publik dan pemuda di bidang seni & budaya, bahasa Inggris, dan pendidikan:

Undangan terbuka acara internasional:

• Jurnalis muda dapat mendaftar program Future News Worldwide dengan tema 'Iklim, COVID-19 dan kebangkitan disinformasi: bagaimana jurnalisme dapat melayani dunia dalam krisis' (tanggal tutup pendaftaran 8 Juni).

• Peneliti muda Inggris dan Indonesia untuk berkolaborasi dalam masalah utama tenaga baterai, mitigasi iklim dan adaptasi.

• Future Leaders Connect 2021, jaringan global jangka panjang British Council yang melibatkan pemimpin kebijakan baru, akan mengumumkan panggilan terbuka dengan fokus Indonesia pada hubungan iklim. Tahun ini kami menargetkan pemimpin muda di bidang lingkungan dari berbagai latar belakang.

• Dialog di bidang kebijakan, bekerja sama dengan Julie’s Bicycle pada Juli 2021 - sebuah badan amal yang berbasis di London yang mendukung komunitas kreatif untuk bertindak atas perubahan iklim dan kelestarian lingkungan.

Bidang Seni dan Budaya

• Empat kemitraan Inggris – Indonesia yang berfokus pada perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Misalnya, kolaborasi antara Emma Frankland (Inggris) dan Tamarra (ID), sebuah proyek enam bulan yang mengeksplorasi percakapan seputar komunitas trans lokal dan tanah (lingkungan) di sekitar mereka.

• Komisi Kreatif yang melibatkan tim kreatif dari Inggris dan Indonesia yang menyatukan seni, sains, dan teknologi digital dan menawarkan tanggapan inovatif terhadap perubahan iklim. 'Nine Earths' mencakup Sembilan MataHari (jaringan industri kreatif) dari Indonesia, bekerja sama dengan Brasil, Vietnam, dan Inggris.

• Mempromosikan mode berkelanjutan melalui kemitraan dengan Fashion Revolution dan mendukung perancang mode muda untuk menciptakan karya yang berkelanjutan dan menangani transparansi lingkungan serta etika dalam industri mode melalui program pendampingan & acara digital menjelang COP 26

• Bekerja sama dengan 14 kota di Indonesia dan bekerja sama dengan WWF, kami akan mendorong pendaftaran untuk One Planet City Challenge dan / atau Race to Zero, dengan dukungan dari Kedutaan Besar Inggris. Hibah Warga Aktif untuk mendukung aksi berkelanjutan dari alumni Active Citizens yang terlibat dalam proyek aksi sosial lingkungan dan perubahan iklim

Bidang Pendidikan

London Eye Membiru
Perbesar
Cahaya biru menerangi London Eye di tepi Sungai Thames untuk berterima kasih kepada National Health Service (NHS) di London, Kamis (7/1/2021). NHS merupakan sistem layanan kesehatan nasional yang menjadi ujung tombak Inggris dalam memerangi pandemi Covid-19. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Program pendidikan dan sains di The Climate Connection: 

Bidang Pendidikan dan Bahasa Inggris

• Climate Action in Language Education: Sumber daya dan peningkatan kapasitas untuk guru, dengan fokus pada integrasi kelestarian lingkungan ke dalam kelas bahasa Inggris. Didukung oleh kompetisi perencanaan pelajaran global, penelitian tentang peran bahasa dalam menangani perubahan iklim dan laporan tentang 'penghijauan' ELT.

• Hibah Researcher Link Climate Challenge (RLCC) menyediakan sumber daya dan memfasilitasi hubungan antara peneliti karir awal dari Inggris dan di Indonesia untuk menemukan solusi inovatif untuk tantangan iklim, mengembangkan keterampilan dan jaringan.

Beberapa kolaborasi RLCC yang sedang berlangsung meliputi:

- Mewujudkan revolusi baterai - mengurangi pendorong perubahan iklim di Indonesia (Queen Mary University - BATAN).

- Lokakarya tentang pengurangan dampak perubahan iklim terhadap risiko banjir di wilayah perkotaan (University of Greenwich - Universitas Indonesia).

- Mengatasi Sampah Plastik Laut sebagai Prioritas Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia. (Bangor University-Universitas Nasional).

Selain itu, ada pula webinar pekerjaan ramah lingkungan sebagai bagian dari dukungan kelayakan kerja Study UK untuk alumni Indonesia UK. 

Turut dibahas juga penelitian kolaborasi antara Universitas Huddersfield dan Institut Teknologi Bandung mengenai pengurangan risiko bencana terpadu dan strategi adaptasi perubahan iklim dalam kebijakan perkotaan pesisir. Penelitian itu memenangkan Newton Prize pada Januari 2020.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by