Top 3: 20 Warga India Terima Dua Jenis Vaksin COVID-19 Berbeda Jadi Sorotan

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 28 Mei 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 10:00 WIB
Institut Serum India, Pembuat Vaksin Terbesar di Dunia
Perbesar
Pekerja mengemas kotak berisi botol vaksin COVID-19 di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21 Januari 2021). Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia dan telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Liputan6.com, Jakarta - Dua puluh orang di India telah menerima dua jenis vaksin COVID-19 yang berbeda. Padahal, otoritas kesehatan India masih belum mengizinkan pencampuran dua jenis vaksin berbeda.

Berita ini pun menjadi sorotan di kanal Global Liputan6.com edisi Jumat (28/5/2021).

Berita populer lainnya adalah badai siklon Yaas yang menghantam India dan Bangladesh. Badai ini kembali terjadi di tengah pandemi COVID-19. 

Sementara itu, informasi lainnya yang juga menarik perhatian pembaca adalah Presiden Joe Biden yang memerintahkan penyelidikan intel tentang pandemi COVID-19. 

Simak ketiga berita paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Jumat (28/5/2021):

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. 20 Warga India Terima Dua Jenis Vaksin COVID-19 Berbeda, Apakah Aman?

FOTO: Rekor, India Laporkan 115.736 Kasus COVID-19 dalam Sehari
Perbesar
Seorang pria mendapat vaksin COVID-19 di rumah sakit pemerintah di Noida, pinggiran New Delhi, India, Rabu (7/4/2021). India mencapai puncak baru dengan 115.736 kasus COVID-19 dalam 24 jam. (AP Photo/Altaf Qadri)

Dua puluh orang di India utara telah diberikan dua suntikan virus corona yang berbeda untuk dosis pertama dan kedua.

Mereka diberi vaksin Covishield (AstraZeneca) pada awal April, tetapi kemudian mendapatkan Covaxin yang dikembangkan secara lokal sebagai bagian dari dosis kedua mereka pada bulan Mei.

Baca berita lengkapnya di sini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Badai Siklon Yaas Hantam India dan Bangladesh

Badai siklon Yaas membawa angin kencang dan gelombang laut ke negara bagian Benggala Barat, India. (AP/ Ashim Paul)
Perbesar
Badai siklon Yaas membawa angin kencang dan gelombang laut ke negara bagian Benggala Barat, India. (AP/ Ashim Paul)

Badai topan yang kuat telah melanda India timur, dengan laporan menunjukkan bahwa badai tersebut telah menewaskan beberapa orang.

Siklon Yaas, yang meningkat menjadi "badai siklon yang sangat parah", melanda negara bagian Benggala Barat dan Orissa - juga dikenal sebagai Odisha - pada Rabu (26/5), serta menghantam Bangladesh selatan. Ini adalah topan kedua yang melanda negara itu dalam seminggu, setelah Topan Tauktae menewaskan lebih dari 150 orang. 

Informasi lengkapnya di sini...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Joe Biden Perintahkan Penyelidikan Intel Tentang Asal Pandemi COVID-19

Menengok Kondisi Terkini Kota Wuhan
Perbesar
Warga mengenakan masker berjalan di sebuah jalan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China (3/3/2020). Sejauh ini, total 80.026 kasus virus corona terkonfirmasi di wilayah China daratan. (AFP/STR)

Presiden Joe Biden memerintahkan pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) untuk "melipat gandakan" upaya mereka guna menyelidiki asal-usul pandemi COVID-19, termasuk kemungkinan jejak tersebut mengarah ke laboratorium China, pada Rabu (26/5/2021).

Setelah berbulan-bulan meminimalkan kemungkinan itu sebagai teori pinggiran, pemerintahan Biden bergabung dengan tekanan di seluruh dunia agar China lebih terbuka tentang wabah tersebut, yang bertujuan untuk mencegah keluhan GOP bahwa presiden belum cukup tangguh menghadapi China.

Baca lengkapnya di sini...

Lanjutkan Membaca ↓