Pakar: 40% Kemungkinan Bumi Lebih Panas dari Target Kesepakatan Paris

Oleh Liputan6.comNatasha Khairunisa Amani pada 28 Mei 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 10:30 WIB
Antusias Uji Coba Lintasan Sepeda Balap di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang
Perbesar
Pesepeda melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang saat uji coba jalur sepeda balap atau Road Bike, Jakarta, Minggu (23/5/2021). Uji coba lintasan Road Bike tersebut sebagai langkah untuk memfasilitasi arena bagi para pesepeda balap di Ibu Kota. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pakar meteorologi mengatakan ada kemungkinan sebesar 40 persen bahwa Bumi akan memanas dalam lima tahun ke depan hingga melampaui batas suhu udara yang berusaha dicegah dalam kesepakatan iklim Paris.

Prediksi terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia untuk beberapa tahun mendatang juga mengatakan ada kemungkinan sebesar 90% bahwa Bumi akan mencetak rekor baru tahun terpanas pada akhir 2025.

Perkiraan itu juga menyebutkan bahwa Atlantik akan terus menghasilkan badai berbahaya daripada sebelumnya.

Untuk 2021, menurut ahli meteorologi, suhu udara di sebagian besar daratan di Belahan Bumi Utara akan lebih hangat 0,8 derajat Celsius daripada beberapa dekade terakhir dan kekeringan di wilayah barat daya Amerika Serikat akan terus berlanjut.

Dalam Kesepakatan Iklim Paris 2015, target termasuk menjaga pemanasan Bumi hingga beberapa per sepuluh derajat dari sekarang.

Dikatakan juga dalam laporan ini, ada kemungkinan sebesar 40% bahwa suhu Bumi pada setidaknya satu dari lima tahun ke depan akan lebih tinggi 1,5 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri - dua tujuan Kesepakatan Paris yang lebih ketat.

Saat ini Bumi sudah lebih hangat 1,2 derajat Celsius dibandingkan era Pra-Industri, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (28/5/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peringatan untuk Diambilnya Tindakan Tegas

ilustrasi bumi.
Perbesar
ilustrasi bumi. (NASA)

Kelompok yang sama memprediksi pada 2020 lalu bahwa kemungkinan sebesar 20% hal itu dapat terjadi.

Leon Hermanson, ilmuwan iklim di Badan Meteorologi Inggris yang membantu penelitian, menjelaskan bahwa kenaikan dua kali lipat angka tersebut dikarenakan berkembangnya teknologi yang menunjukkan bahwa "suhu Bumi sudah lebih hangat daripada yang kita pikirkan," terutama di wilayah kutub yang selama ini kurang dimonitor.

"Ini adalah peringatan bahwa kita harus mengambil tindakan tegas," imbuh Hermanson.

Adapun komentar dari llmuwan iklim dari Pennsylvania State University Michael Mann, yang tidak termasuk dalam tim.

Mann mengatakan bahwa ia "hampir yakin" suhu bumi akan melebihi ambang batas pemanasan yang ditentukan di Kesepakatan Paris dalam setidaknya sekali di beberapa tahun ke depan.

Namun disebutkannya juga bahwa satu atau dua tahun dengan suhu lebih hangat 1,5 derajat Celsius tidak mengkhawatirkan seperti ketika kecenderungan suhu secara keseluruhan tetap berada di atas level itu.

Hal itu mungkin belum akan terjadi dalam beberapa dekade ke depan dan masih dapat dicegah, menurut Mann.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓