Pandemi COVID-19 Picu Harga Melon Premium Jepang Turun, Kini Hanya Rp 356 Juta

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 24 Mei 2021, 20:40 WIB
Diperbarui 24 Mei 2021, 20:40 WIB
Sepasang melon Jepang terjual di Jepang dengan harga Rp 356 juta. (Photo credit: STR JIJI PRESS/AFP)
Perbesar
Sepasang melon Jepang terjual di Jepang dengan harga Rp 356 juta. (Photo credit: STR JIJI PRESS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sepasang melon Jepang premium terjual dengan harga US$ 24.800 (Rp 356 juta) di sebuah pelelangan di Jepang. Harga itu lebih besar 22 kali dari harganya yang terdampak pandemi COVID-19 2020 lalu.

Label harga 2,7 juta yen pada lelang pertama musim ini untuk melon Yubari masih jauh lebih murah dibandingkan dengan rekor untuk produk berharga itu.

"Pemulihan harga tahun ini dapat dilihat sebagai hasil dari pembeli yang ingin mendorong orang dengan mengajukan penawaran yang lebih tinggi," kata seorang pejabat pasar grosir di Jepang kepada AFP.

Pembeli yang berhasil membeli melon itu adalah seorang produsen makanan bayi lokal. 

Pimpinan produses makanan itu pun mengatakan dirinya berharap pembelian melon tersebut akan menimbulkan keceriaan.

"Meski masih banyak berita negatif, saya harap ini bisa membantu orang tersenyum dan mengatasi pandemi Virus Corona," ujarnya kepada media Jepang, NHK, demikian seperti dilansir AFP, Senin (24/5/2021).

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penawaran Buah Musiman di Jepang

Ilustrasi Melon
Perbesar
Ilustrasi melon. (dok. Unsplash.com/Kenny Timmer @kcatimmer)

Diketahui, penawaran buah musiman di Jepang secara rutin menarik banyak sekali pembeli yang mencari prestise dan banyak publisitas gratis.

Pada 2019, sepasang melon Yubari mencapai rekor penjualan sebesar lima juta yen tetapi harganya turun menjadi hanya 120.000 yen atau sekitar Rp 15 juta pada 2020 lalu. Para petani menyalahkan situasi pandemi.

Melon yang berasal dari Hokkaido, pulau utama paling utara di Jepang dikenal sebagai tujuan wisata populer.

Wilayah tersebut saat ini berada dalam keadaan darurat COVID-19 bersama dengan sembilan wilayah Jepang lainnya termasuk Ibu Kota Tokyo.


Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya