Dubes Jepang Kanasugi Kenji Lirik Peluang Investasi di Indonesia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Mei 2021, 17:31 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 17:31 WIB
20151113-Ilustrasi Investasi
Perbesar
lustrasi Investasi Penanaman Uang atau Modal

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Jepang Kanasugi Kenji melakukan pembahasan seputar investasi di Indonesia bersama Yusron Ihza dalam jamuan makan pagi di Sun Galery, Hotel Dharmawangsa, Rabu 19 Mei. Yusron Ihza adalah Dubes Indonesia untuk Jepang periode 2013-2016.

Jamuan itu dilaksanakan sehubungan dengan kunjungan kehormatan (courtesy call) Dubes Kanasugi. Tak hanya pernah menjabat sebagai Dubes, Yusron juga penyandang gelar S2 dan S3 bidang Politik Ekonomi Internasional dari Tsukuba University di Jepang.

Investasi Jepang ke Indonesia dilaporkan menurun dari peringkat ke-4 ke peringkat ke-7.

Dubes Kanasugi, menurut Yusron, meminta saran tentang bidang apa yang ideal untuk investasi. Dan Yusron menyarankan investasi di bidang pertanian serta industri pengolahan hasil pertanian.

"Pada saat yang sama, hal di atas akan berarti pula industri di bidang energi. Sebab singkong, misalnya, tentu akan menjadi pangan jika kita jadikan combro. Tapi, akan menjadi energi jika kita jadikan etanol," ujar Yusron.

Tak hanya membuka lapangan kerja yang luas, pertanian bahkan merupakan bidang yang amat strategis. "Saya berani mengatakan bahwa siapa yang menguasai pangan dan energi, dia akan menguasai dunia," ujar Yusron.

"Dan, saingan kita hanya Brasil saja, negara tropis besar yang lain. Terkait energi fosil yang makin langka."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kunjungan PM Suga ke Indonesia

Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan PM Jepang
Perbesar
Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kiri), sama-sama mengenakan masker sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, mendengarkan lagu kebangsaan saat upacara penyambutan di Istana Bogor, 20 Oktober 2020. (Laily Rachev/Indonesian Presidential Palace via AP)

Kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia pada Oktober 2020 lalu dinilai bukan sekedar kunjungan kenegaraan biasa, namun membawa pesan khusus dalam rangka menjaga hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 62 tahun.

Kunjungan ini memberi sinyal kepada pemerintah agar tidak melupakan peran strategis Jepang dalam membangun harmoni geopolitik dan ekonomi dunia bersama negara para mitra.

“Kunjungan PM Suga memiliki pesan kuat dan strategis dari Jepang kepada mitranya di ASEAN, termasuk Indonesia. PM Jepang ingin menegaskan, kemitraan selama ini telah membawa dampak positif bagi ekonomi ASEAN dan tidak ingin apa yang telah dibangun bersama selama ini menjadi sia-sia,” kata Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel, dalam keterangannya dikutip dari Antara, Rabu (21/10/2020).

Seusai menghadiri jamuan Perdana Menteri Yoshihide Suga dan alumni Jepang dari Indonesia, Rachmat menjelaskan di masa kepemimpinan Presiden RI sebelum-sebelumnya, Jepang selalu berkeinginan merajut hubungan yang hangat.

Menurut Rachmat Gobel, komitmen Jepang selalu hadir sebagai mitra terkuat ASEAN, khususnya Indonesia untuk kepentingan stabilitas politik dan ekonomi, baik dalam kancah regional maupun global. “Inilah yang perlu dibaca oleh pemerintah, berbagai lembaga terkait dan pelaku usaha,” katanya.

Kunjungan PM Suga, kata dia, menegaskan selama 62 tahun menjalin kerja sama telah memberi kontribusi secara berkesinambungan dalam pembangunan Indonesia di berbagai sektor.

Lanjutkan Membaca ↓