Sebut Anak Rentan Varian Baru COVID-19, Singapura Tutup Sekolah

pada 18 Mei 2021, 13:05 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 13:18 WIB
Merlion Park, Singapura.
Perbesar
Merlion Park, Singapura. (dok. Graham-H/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Singapura - Singapura memutuskan untuk menutup sekolah dasar, menengah, dan menengah pertama. Semuanya akan beralih ke pembelajaran berbasis rumah penuh mulai Rabu hingga akhir semester sekolah pada 28 Mei.

Singapura memperingatkan bahwa varian baru Virus Corona COVID-19, seperti yang pertama kali terdeteksi di India, memengaruhi lebih banyak anak daripada jenis sebelumnya. Oleh sebab itulah Singapura bersiap untuk menutup sebagian besar sekolah mulai pekan ini.

"Beberapa dari mutasi [virus] ini jauh lebih ganas dan tampaknya menyerang anak-anak yang lebih kecil," kata Menteri Pendidikan Chan Chun Sing seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (18/5/2021).

"Tak satu pun dari anak-anak yang tertular virus itu sakit parah dan beberapa memiliki gejala ringan," katanya.

Update Kasus COVID-19 Singapura

Pada hari Minggu (waktu setempat), Singapura mengkonfirmasi 38 kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal, jumlah harian tertinggi sejak pertengahan September, dengan 17 saat ini tidak ditautkan. Kasus-kasus tersebut termasuk empat anak yang terhubung ke sebuah klaster di pusat pendidikan.

Strain B.1617--kadang-kadang disebut varian mutan ganda India--tampaknya lebih memengaruhi anak-anak, kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, mengutip direktur layanan medis kementerian, Kenneth Mak.

Sejauh ini belum dapat dipastikan berapa banyak anak yang tertular virus tersebut.

Singapura telah melaporkan lebih dari 61.000 kasus infeksi Virus Corona COVID-19, yang sebagian besarnya terkait dengan wabah tahun lalu di asrama pekerja asing, dan 31 kematian.

Kasus baru hari Minggu adalah jumlah infeksi lokal tertinggi di luar asrama dalam setahun.

"Peningkatan tajam dalam jumlah kasus komunitas saat ini mengharuskan kami untuk mengurangi pergerakan dan interaksi secara signifikan dalam beberapa hari mendatang," tambah Chan.

Pusat perdagangan dan keuangan Asia yang terdiri dari 5,7 juta orang hingga baru-baru ini melaporkan hampir nol atau satu digit infeksi harian COVID-19 secara lokal selama berbulan-bulan.

2 dari 4 halaman

Penularan Meningkat

Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)
Perbesar
Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)

Meskipun kasus harian Singapura tergolong rendah dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, penularan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Mulai hari Minggu 16 Mei, pemerintah menerapkan pembatasan ketat pada pertemuan dan kegiatan publik sejak lockdown tahun lalu.

Tetapi kecepatan program inokulasi Singapura terbentur ketersediaan pasokan vaksin. Para ahli telah mempelajari apakah akan memberikan satu dosis vaksin dan memperpanjang interval antara suntikan pertama dan kedua, kata Ong.

Lebih dari seperlima penduduk negara itu telah menyelesaikan menerima dua dosis vaksin dari Pfizer dan Moderna. Pihak berwenang akan mengundang orang di bawah usia 45 tahun untuk menerima suntikan mulai paruh kedua Mei.

Chan mengatakan pemerintah juga sedang mengerjakan rencana untuk memvaksinasi anak-anak di bawah 16 tahun setelah persetujuan peraturan, yang sedang diupayakan oleh Pfizer.

3 dari 4 halaman

Infografis Waspada 5 Gejala COVID-19 pada Anak

Infografis  Waspada 5 Gejala Covid-19 pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada 5 Gejala Covid-19 pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓