Menlu AS Antony Blinken Minta Mitra Timteng Serukan Aksi Damai Palestina-Israel

Oleh Liputan6.com pada 17 Mei 2021, 13:58 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 13:58 WIB
Senat Amerika Serikat telah mengukuhkan Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri AS pada Selasa (26/1/2021). (Photo credit: Alex Edelman/POOL/AFP/File)
Perbesar
Senat Amerika Serikat telah mengukuhkan Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri AS pada Selasa (26/1/2021). (Photo credit: Alex Edelman/POOL/AFP/File)

Liputan6.com, Washington D.C - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Minggu (16/5) melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra penting dan berpengaruh di Timur Tengah.

Sementara AS berusaha meredakan bentrokan mematikan antara Israel dan Palestina, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Senin (17/5/2021).

Blinken pada Minggu (16/5) sedang dalam perjalanan menuju Denmark pada awal pekan diplomasi yang memusatkan perhatian pada isu Arktika.

Dalam perjalanan itu, dia berbicara lewat telepon dengan para pejabat Qatar, Arab Saudi, Mesir dan Prancis.

Setelah Iran, Qatar dianggap memiliki pengaruh terbesar atas kelompok militan Hamas.

"Menlu menegaskan seruannya terhadap semua pihak untuk meredam ketegangan dan menghentikan kekerasan, yang telah menelan korban warga sipil Israel dan Palestina, termasuk anak-anak," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price.

 

2 dari 3 halaman

Serangan Udara Israel

Serangan Ratusan Roket oleh Hamas di Langit Israel
Perbesar
Militan Palestina Hamas meluncurkan roket menuju Israel dari Rafah, di Jalur Gaza selatan, Rabu (12/5/2021) dinihari. Palestina Hamas menyatakan mereka telah menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel sebagai pembalasan atas serangan di sebuah blok menara di Gaza. (SAID KHATIB / AFP)

Menurut pernyataan Deplu, Menlu Blinken terus menyerukan penghentian kekerasan dalam setiap pembicaraan telepon.

Langkah Blinken itu diambil menyusul hari paling mematikan dalam perpecahan hampir seminggu lamanya.

Serangan udara Israel menewaskan 42 warga Palestina di Jalur Gaza pada Minggu (16/5), sementara Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan virtual di tengah meningkatknya keprihatinan global terkait konflik itu

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓