Paus Fransiskus Kecam Aksi Kekerasan di Palestina dan Israel

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 17 Mei 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 14:06 WIB
FOTO: Serangan Udara Israel Tewaskan 20 Orang Palestina
Perbesar
Ledakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Jalur Gaza terlihat pada Selasa (11/5/2021) pagi. Israel membalas roket kelompok Hamas, yang merupakan respons atas kerusuhan Al-Aqsa, dengan meluncurkan serangan udara ke perbatasan Gaza. (AP Photo/Khalil Hamra)

Liputan6.com, Vatikan - Paus Fransiskus mengecam kekerasan yang "tidak dapat diterima" antara Israel dan Palestina.

Ia mengatakan kematian khususnya yang menimpa anak-anak adalah "tanda bahwa mereka tidak ingin membangun masa depan tetapi ingin menghancurkannya".

Mengutip Channel News Asia, Senin (17/5/2021), Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian, ketenangan dan bantuan internasional untuk membuka jalan dialog selama misa pada Minggu (16/5), yang disampaikan dari jendela ruangannya yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus.

"Pada hari-hari ini, bentrokan bersenjata yang kejam antara Jalur Gaza dan Israel telah mengambil alih, dan berisiko merosot menjadi kematian dan kehancuran.

"Banyak orang terluka, dan banyak orang tak berdosa meninggal. Di antara mereka ada juga anak-anak, dan ini mengerikan dan tidak bisa diterima," kata paus berusia 84 tahun itu.

"Saya bertanya pada diri sendiri: Ke mana kebencian dan balas dendam akan mengarah? Apakah kita benar-benar berpikir kita akan membangun perdamaian dengan menghancurkan yang lain?"

2 dari 3 halaman

Minta Kekerasan Segera Diakhiri

FOTO: Detik-Detik Israel Hancurkan Gedung Media di Gaza
Perbesar
Polisi Palestina berdiri dekat reruntuhan bangunan kantor The Associated Press yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 15 Mei 2021. Gedung tersebut juga menampung Al Jazeera dan sejumlah kantor serta apartemen. (AP Photo/Khalil Hamra)

Paus Fransiskus menambahkan: "Atas nama Tuhan, yang menciptakan semua manusia setara dalam hak, kewajiban dan martabat dan dipanggil untuk hidup sebagai saudara, saya memohon untuk tenang" dan mengakhiri kekerasan.

Serangan udara Israel telah menghantam Kota Gaza selama berhari-hari karena pertempuran sengit pecah antara Israel dan penguasa militan Hamas di wilayah itu.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓