4.000 Orang dalam Sehari Meninggal Akibat COVID-19 di India

Oleh Tommy Kurnia pada 17 Mei 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 11:15 WIB
Ratusan Jenazah Ditemukan Terkubur di Sepanjang Tepi Sungai India
Perbesar
Polisi berdiri di dekat jenazah yang dimakamkan di kuburan dangkal di tepi sungai Gangga di Prayagraj, 15 Mei 2021. Polisi menjangkau penduduk desa di India utara untuk menyelidiki penemuan jasad di tepi Sungai Gangga yang memicu spekulasi mereka adalah korban COVID-19. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

Liputan6.com, Delhi - Angka kasus harian COVID-19 menurun di India menjadi 311 ribu orang pada Minggu (16/5/2021). Namun, kematian terkait COVID-19 meningkat hingga tembus 4.000 orang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan India, totalnya ada 270 ribu kematian di India. Total kasus mencapai 24,6 juta.

Pasien sembuh sudah mencapai 20 juta, tetapi kasus aktif masih ada 3,6 juta kasus.

Dalam sehari, India bisa mengetes 2 juta sampel untuk mendeteksi COVID-19. Angka positif rate masih berada di atas 15 persen.

Angka kematian diperkirakan lebih tinggi dari laporan resmi pemerintah. Sebelumnya, ditemukan jenazah-jenazah yang dikubur dekat sungai di makam yang tidak dalam, atau ditemukan hanyut. Diduga jenazah-jenazah itu adalah korban COVID-19, demikian laporan Channel News Asia

Petugas lantas meminta warga tidak mengubur dengan cara seperti itu.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Jamur Hitam

Ratusan Jenazah Ditemukan Terkubur di Sepanjang Tepi Sungai India
Perbesar
Beberapa jenazah terlihat dimakamkan di kuburan dangkal di tepi sungai Gangga di Prayagraj, 15 Mei 2021. Polisi menjangkau penduduk desa di India utara untuk menyelidiki penemuan jasad di tepi Sungai Gangga yang memicu spekulasi mereka adalah jenazah korban COVID-19. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

Kondisi pasien COVID-19 di India semakin parah, kini bahkan ada serangan jamur hitam mematikan yang menginfeksi mereka.

Gambar pasien yang terinfeksi "jamur hitam" yang dalam istilah kedokteran disebut Mucormycosis sangat mengerikan. Kadang wajah pasien harus "dimutilasi" dalam operasi untuk menghentikan sebaran infeksi jamur.

Mengutip DW Indonesia, Jumat (14/5), penyakit mula-mula menyerang sinus dan paru-paru, yang kemudian menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan tulang. Jika jamur menyerang otak, akibatnya bisa fatal. 

Infeksi jamur hitam terutama menyerang orang yang kekebalan tubuhnya lemah.

Kelompok risiko antara lain pasien COVID-19 yang baru sembuh. Infeksi Mucormycosis sangat jarang terjadi dan biasanya ditularkan lewat kontak.

India yang saat ini kewalahan menghadapi gelombang kedua pandemi corona, juga dihadapkan pada masalah besar lainnya, pasien bisa terinfeksi jamur mematikan ini.

"Situasinya sangat serius", kata Prof. Oliver Cornely dari European Excellence Center for Invasive Fungal Infections di Köln, Jerman.

"Kolega di India melaporkan, jumlah kasus infeksi Mucormycosis meningkat dramatis. Di seluruh rumah sakit besar, rata-rata dua hari sekali ada pasien didiagnosa dengan penyakit jamur hitam ini. Berapa jumlah kasus sebenarnya, tidak diketahui secara pasti," ujar pakar penyakit jamur invasif itu.

 

3 dari 5 halaman

Risiko Kematian

Ratusan Jenazah Ditemukan Terkubur di Sepanjang Tepi Sungai India
Perbesar
Jenazah korban terduga Covid-19 terlihat di kuburan dangkal di tepi sungai Gangga di Prayagraj, 15 Mei 2021. Polisi menjangkau penduduk desa di India utara untuk menyelidiki penemuan jasad di tepi Sungai Gangga yang memicu spekulasi mereka adalah jenazah korban COVID-19 (AP Photo/Rajesh Kumar Singh

Jamur hitam yang berasal dari keluarga jamur buluk ini terutama menyerang permukaan tubuh. Dalam hal ini bukan hanya menginfeksi kulit melainkan juga jaringan tubuh yang kontak dengan udara. Spora jamur terisap saat bernafas, masuk ke sinus dan saluran pernafasan bawah yang lebih dalam lagi.

"Jamur mula-mula berkembang biak di dalam sinus dan lewat membran mukosa masuk ke dalam tulang," papar Cornely lebih lanjut. Jamur bisa terus berkembang biak dalam tulang dan masuk ke mata, tulang "soket" mata, otot dan jaringan saraf.

Dalam kasus parah, dokter ahli bedah terpaksa mengangkat mata seluruhnya, untuk menyelamatkan nyawa pasien. Hanya dengan tindakan operasi radikal seperti itulah jaringan yang terinfeksi bisa diangkat seluruhnya.

"Juga bisa terjadi, jamur menembus tulang dan langsung menginfeksi otak," kata pakar infeksi jamur Cornely. Dalam kasus seperti ini, biasanya berakibat kematian pasien. Tingkat fatalitas akibat infeksi jamur hitam itu antara 50 hingga 90 persen, tergantung seberapa cepat pasien ditangani dokter

4 dari 5 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by