Bela Palestina: Jokowi, Sultan Brunei, dan PM Malaysia Siapkan Pernyataan

Oleh Tommy Kurnia pada 16 Mei 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 18:30 WIB
Sultan Brunei Hassanal Bokiah, PM Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Presiden RI Jokowi.
Perbesar
Sultan Brunei Hassanal Bokiah, PM Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Presiden RI Jokowi. Dok: AFP dan Biro Pers Kepresidenan

Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin tiga negara ASEAN: Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sultan Hassanal Bokiah dari Brunei, dan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dijadwalkan akan merilis pernyataan bersama terkait situasi di Palestina

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, pernyataan itu merupakan cerminan dari tindak lanjut pemerintah Indonesia untuk membela Palestina melalui pertemuan level tinggi. Rencananya, pernyataan tiga pemimpin akan rilis malam ini, Minggu (16/5/2021). 

"Indonesia, Malaysia, dan Brunei, telah sepakat untuk mengeluarkan joint statement mengenai sikap ketiga negara tersebut terhadap situasi palestina saat ini," ujar Menlu Retno dalam konferensi pers virtual. 

Menlu Retno pada hari ini juga baru saja mengadakan pertemuan level menteri dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia mengajak agar semua anggota OKI dapat kompak dan menggunakan pengaruhnya masing-masing untuk membantu Palestina. 

Keadaan Palestina disebut Menlu Retno sebagai satu-satunya negara di dunia yang masih menjadi korban kolonialisme. 

Menlu Retno berkata telah berbagi gagasan dengan negara-negara OKI agar hak-hak Palestina dapat terpenuhi dan perdamaian tercapai.

"Kita semua mengkhawatirkan situasi yang berkembang di Palestina saat ini. Saya selalu menekankan pentingnya setiap dari kita menggunakan pengaruh masing-masing agar kekerasan dapat dihentikan, upaya de-eskalasi dilakukan, dan gencatan senjata dapat segera dilakukan," jelas Menlu Retno.

"Kita juga bertukar pikiran mengenai berrbagai forum dan mekanisme internasional yang dapat kita pakai untuk membantu Palestina dan meredakan situasi ketegangan saat ini," tegasnya.

 

2 dari 3 halaman

Joe Biden dan Netanyahu

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington.
Perbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang kesetaraan rasial di Ruang Makan Negara Gedung Putih pada 26 Januari 2021, di Washington. (Foto: AP / Evan Vucci)

Di lain pihak, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberikan simpatinya. Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Yerusalem, Joe Biden mengecam serangan Hamas yang membabi-buta menuju kota-kota Israel.

Ucapan Joe Biden ini muncul setelah militer Israel menyerang gedung tempat media Associated Press (AP) dan Al Jazeera berkantor. Israel menuding gedung itu turut menjadi markas Hamas. Penghuni gedung terlebih dulu dievakuasi. 

Biden menelepon Netanyahu pada Sabtu malam (15/5). Ia turut menyayangkan adanya korban masyarakat sipil di pihak Israel dan Palestina, termasuk anak-anak. Terkait media, Biden meminta agar keamanan dan keselamatan jurnalis dijaga.

Keprihatinan Biden juga muncul karena kerusuhan antar komunitas mulai terjadi di Israel. Ketegangan mulai terjadi karena komunitas Arab di Israel protes atas serangan yang terjadi. 

Biden mengapresiasi pernyataan dari Netanyahu dan pemimpin dunia lain yang menolak kekerasan. Tak lupa, Joe Biden turut membahas ketegangan di Yerusalem, serta konfrontasi di Tepi Barat.

Biden mendukung langkah-langkah agar Palestina bisa menikmati martabat, keamanan, kemerdekaan, dan peluang ekonomi, serta mendukung solusi dua negara (two-state solution).

Ke depannya, Joe Biden sepakat akan terus berkomunikasi dengan Benjamin Netanyahu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓