Joe Biden Telepon Presiden Palestina, Minta Hamas Setop Serang Israel

Oleh Tommy Kurnia pada 16 Mei 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 13:00 WIB
FOTO: Joe Biden Sampaikan Capaian 100 Hari Kepemimpinannya di Kongres AS
Perbesar
Presiden Joe Biden berpidato didampingi Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi di Kongres, US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Rabu (28/4/2021). Joe Biden menetapkan arah untuk agenda lain dalam beberapa bulan mendatang. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, terkait konflik di Yerusalem dan Tepi Barat. Ia menegaskan agar Hamas berhenti menembakan roket ke Israel.

Biden menelepon Abbas via telepon pada Sabtu (15/5). Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Yerusalem, Joe Biden berharap Yerusalem agar bisa menjadi tempat yang damai bagai semua penganut agama. 

Selain menelepon Presiden Abbas, Presiden Biden juga berbicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam. Pada percakapan dengan dua pemimpin itu, Joe Biden menyampaikan simpati atas kematian warga sipil yang tak bersalah, serta anak-anak.

Joe Biden berkata akan terus membantu rakyat Palestina dalam bidang kemanusiaan dan ekonomi agar menguntungkan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, serta mendukung solusi dua negara (two-state solution) agar konflik berakhir.

Saat menelepon Netanyahu, Biden berjanji akan terus berkomunikasi dalam hari-hari ke depan. Namun, hal yang sama tidak disampaikan Biden kepada Abbas.

2 dari 3 halaman

Utusan AS Tiba di Tel Aviv, Bahas Bentrok Israel-Palestina

Bentrok Warga Palestina dan Polisi Israel, Ratusan Orang Terluka
Perbesar
Polisi Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina dari daerah dekat Gerbang Damaskus ke Kota Tua Yerusalem setelah bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa (7/6/2021). (AP Photo/Mahmoud Illean)

Utusan Amerika Serikat telah tiba di Tel Aviv untuk pembicaraan de-eskalasi terkait ketegangan antara Israel dan Palestina yang masih berlanjut.

Dilansir BBC, Sabtu (15/5) utusan AS, Hady Amr akan mengambil bagian dalam pembicaraan dengan pejabat Israel, Palestina serta PBB dengan harapan menyepakati gencatan senjata. 

Kedatangan Hady Amr terjadi menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang bentrok Israel-Palestina pada Minggu (16/5).

Kedutaan Besar AS di Israel mengatakan tujuan perjalanannya adalah untuk "memperkuat kebutuhan untuk bekerja menuju ketenangan yang berkelanjutan".

Namun, seruan kepada para pemimpin Israel dan Palestina sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Serangan udara Israel di Gaza telah memaksa Timur Tengah masuk dalam agenda Presiden Joe Biden.

Hal ini membuat pemerintahan Biden harus dengan cepat meningkatkan kontribusinya di bidang diplomatik tanpa tim lengkap: meski belum ada calon duta besar untuk Israel.

Hady Amr adalah seorang diplomat tingkat menengah tanpa pangkat seperti yang dipegang oleh utusan khusus di pemerintahan AS sebelumnya, menurut wartawan BBC, Barbara Plett Usher.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓