Gedung Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza Dihantam Misil Israel, Imbas Konflik Palestina

Oleh Hariz Barak pada 15 Mei 2021, 19:50 WIB
Diperbarui 15 Mei 2021, 20:52 WIB
Asap tebal dan api naik dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza, pada 12 Mei 2021. QUSAY DAWUD | AFP
Perbesar
Asap tebal dan api naik dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza, pada 12 Mei 2021. QUSAY DAWUD | AFP

Liputan6.com, Gaza - Sebuah blok menara di Gaza Palestina yang menampung kantor Amerika Serikat Associated Press dan media Qatar Al Jazeera runtuh pada hari Sabtu 15 Mei 2021 waktu setempat setelah dihantam rudal Israel, kata seorang saksi sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip CNBC (15/5/2021)

Pemilik gedung telah diperingatkan sebelum serangan rudal Israel yang akan datang, kata seorang wartawan Reuters, dan bangunan itu telah dievakuasi.

Bangunan ini juga berisi sejumlah apartemen dan kantor lainnya.

Konflik dan ketegangan antara Israel - Palestina tengah meningkat, dengan kelompok militan di Gaza dan militer negara Yahudi tersebut saling bertukar serangan roket, misil, dan artileri.

Setidaknya ratusan orang telah menjadi korban tewas dan luka, termasuk sejumlah aparat keamanan di Israel.

Konflik Meluas ke Tepi Barat

Serangan Ratusan Roket oleh Hamas di Langit Israel
Perbesar
Militan Palestina Hamas meluncurkan roket menuju Israel dari Rafah, di Jalur Gaza selatan, Rabu (12/5/2021) dinihari. Hamas menyatakan mereka telah menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel sebagai pembalasan atas serangan di sebuah blok menara di Gaza. (SAID KHATIB / AFP)

Bentrokan kekerasan antara pasukan Israel dan Palestina telah menyebar di sebagian besar Tepi Barat Palestina yang diduduki, setelah berhari-hari permusuhan di Gaza Palestina.

Setidaknya 10 warga Palestina dilaporkan tewas dalam kerusuhan Tepi Barat, sementara ratusan orang terluka pada Jumat 15 Mei 2021 waktu setempat, demikian seperti dilansir dari BBC, Sabtu (16/5/2021).

Pasukan Israel menggunakan gas air mata, peluru karet hingga peluru tajam, saat warga Palestina melemparkan bom molotov.

Konfrontasi di Tepi Barat menandai perluasan dari beberapa kekerasan terburuk di wilayah itu dalam beberapa tahun.

Konflik terbaru dimulai sejak pertengahan April - awal Mei 2021 dan diikuti berminggu-minggu melonjaknya ketegangan Israel-Palestina di Yerusalem Timur.

Peningkatan permusuhan memuncak dalam bentrokan di sebuah situs suci yang dihormati oleh muslim dan Yahudi. Hamas - kelompok Islam militan yang memerintah Gaza - mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk mundur dari situs, memicu serangan udara balasan.

Setidaknya 126 orang tewas di Gaza dan delapan tewas di Israel sejak pertempuran dimulai.

Banyak kota di Tepi Barat yang diduduki tersulut emosi oleh protes dan peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, mendorong seruan internasional untuk tenang.

Ada pertempuran antara tentara Israel dan pemuda Palestina, yang kemunculan barunya dipicu oleh peristiwa seminggu terakhir.

Sementara itu, ada protes di perbatasan Yordania dan Lebanon dengan Israel, untuk mendukung palestina, pada hari Jumat. Satu orang tewas setelah terkena artileri Israel saat berunjuk rasa, lapor media negara di Lebanon.

Militer Israel mengatakan pihaknya melakukan operasi semalam untuk menghancurkan jaringan terowongan Hamas yang dijuluki "metro", tetapi tidak ada pasukan yang memasuki Gaza. Ditambahkan bahwa - selama Kamis malam dan Jumat pagi - 220 lebih proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza.

Di Israel selatan, seorang wanita berusia 87 tahun meninggal setelah jatuh dalam perjalanan ke tempat penampungan bom di dekat Ashdod. Daerah lain termasuk Ashkelon, Beersheba dan Yavne juga menjadi sasaran.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan 31 anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh sejak pertempuran dimulai, dan banyak warga sipil lainnya telah meninggal. 950 orang Gazan lainnya juga terluka. Israel mengatakan puluhan dari mereka yang terbunuh di Gaza adalah militan, dan beberapa kematian disebabkan oleh roket yang salah sasaran dari Gaza.

Pada hari Jumat, PBB mengatakan bahwa diperkirakan 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza sejak Senin karena konflik.

Selengkapnya...

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓