Warga AS Ungkap Masih Ragu Lepas Masker Meski Sudah Divaksinasi COVID-19

Oleh Liputan6.comNatasha Khairunisa Amani pada 16 Mei 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 08:00 WIB
Kasus Corona AS Tembus Angka 6 Juta
Perbesar
Sejumlah petugas keamanan terlihat sedang bertugas di Times Square di New York, Amerika Serikat (AS), pada 31 Agustus 2020. Jumlah kasus COVID-19 di AS melampaui angka 6 juta pada Senin (31/8), menurut Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins. (Xinhua/Wang Ying)

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang warga di New York, Amerika Serikat mengungkapkan karaguannya untuk tidak mengenakan masker saat keluar rumah, meski sudah divaksinasi COVID-19.

Dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (15/5/2021) Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melonggarkan aturan pemakaian masker bagi mereka yang divaksinasi penuh.

Hal itu memungkinkan warga untuk berhenti mengenakannya di luar ruangan yang ramai dan di sebagian besar tempat di dalam ruangan.

Meski pedoman tersebut telah dilonggarkan, sejumlah warga di New York masih ragu-ragu untuk melepaskan masker mereka.

Mike Longo, yang sudah lama tinggal di New York mengatakan; "Saya khawatir orang-orang akan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Kita benar-benar tidak dapat mengetahui siapa yang divaksinasi dan yang belum. Tapi, saya punya masker dan siap digunakan walau sudah divaksinasi. Jadi, saya merasa cukup percaya diri".

Namun, panduan baru tersebut masih menganjurkan pemakaian masker di tempat-tempat keramaian di dalam ruangan seperti bus, pesawat, rumah sakit, penjara, dan penampungan tunawisma, sementara membantu pembukaan kembali tempat-tempat kerja dan sekolah. 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Langkah untuk Mendorong Lebih Banyak Warga AS Divaksinasi COVID-19

FOTO: Kasus Corona di Amerika Serikat Tembus 1 Juta
Perbesar
Layar menunjukkan ucapan terima kasih terhadap petugas kesehatan terlihat di Times Square, New York, AS, Senin (27/4/2020). Menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins hingga 29 April 2020 WIB, jumlah kasus COVID-19 di AS melampaui 1 juta. (Xinhua/Michael Nagle)

CDC juga mengatakan bahwa warga AS yang sudah divaksinasi penuh bisa tidak mempraktikkan social distancing di banyak tempat.

Badan tersebut juga berharap pedoman itu akan mendorong lebih banyak warga AS untuk divaksinasi COVID-19.

"Saya pikir ini adalah pencapaian yang luar biasa, hari yang luar biasa," kata Presiden AS Joe Biden, yang memberikan sambutan di Gedung Putih, seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Jika Anda telah divaksinasi penuh dan dapat melepas masker Anda, Anda berhak melakukan sesuatu yang orang Amerika dikenal di seluruh dunia: menyapa orang lain dengan senyuman," ujar Biden.

Direktur CDC Rochelle Walensky, menyampaikan bahwa pedoman baru itu didasarkan pada penurunan tajam kasus COVID-19, perluasan vaksin untuk warga AS yang berusia lebih muda dan kemanjuran vaksin terhadap varian Virus Corona.

"Kami mengikuti sains di sini," kata Walensky.

Ini dari "perpaduan lebih banyak sains yang muncul baru pekan lalu," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓