Utusan AS Tiba di Tel Aviv, Bahas Bentrok Israel-Palestina

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 15 Mei 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2021, 14:00 WIB
Bentrok Warga Palestina dan Polisi Israel, Ratusan Orang Terluka
Perbesar
Petugas polisi perbatasan Israel dikerahkan selama bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di sebelah Gerbang Damaskus di kota tua Yerusalem (7/6/2021). Setidaknya 178 warga Palestina dan Palestina yang terluka dalam bentrokan tersebut. (AP Photo/Mahmoud Illean)

Liputan6.com, Tel Aviv - Utusan Amerika Serikat telah tiba di Tel Aviv untuk pembicaraan de-eskalasi terkait ketegangan antara Israel dan Palestina yang masih berlanjut.

Dilansir BBC, Sabtu (15/5/2021) utusan AS, Hady Amr akan mengambil bagian dalam pembicaraan dengan pejabat Israel, Palestina serta PBB dengan harapan menyepakati gencatan senjata.

Pada Sabtu pagi (15/5), Israel melakukan serangan udara di Gaza dan Hamas menanggapinya dengan menembakkan roket ke Israel.

Konflik terjadi bermula pada 10 Mei ketika ketegangan meningkat antara Israel-Palestina di Yerusalem Timur.

Bentrokan yang tercatat selama lima hari terakhir itu menandai beberapa kekerasan terburuk antara kedua negara dalam beberapa tahun.

Sedikitnya 133 orang tewas di Gaza dan delapan orang tewas di Israel sejak pertempuran kedua negara mulai pada Senin (10/5).

Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa serangan udara Israel pada Sabtu pagi menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, yang di antaranya termasuk perempuan dan anak-anak, di sebuah kamp pengungsi di barat Kota Gaza.

Pada 14 Mei, bentrokan menyebar ke Tepi Barat, dengan sedikitnya 10 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Pasukan Israel menggunakan gas air mata, peluru karet, dan tembakan langsung terhadap warga Palestina.

2 dari 3 halaman

Upaya Capai Kesepakatan Gencatan Senjata

Bentrok Warga Palestina dan Polisi Israel, Ratusan Orang Terluka
Perbesar
Polisi Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina dari daerah dekat Gerbang Damaskus ke Kota Tua Yerusalem setelah bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa (7/6/2021). (AP Photo/Mahmoud Illean)

Kedatangan Hady Amr terjadi menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang bentrok Israel-Palestina pada Minggu (16/5).

Kedutaan Besar AS di Israel mengatakan tujuan perjalanannya adalah untuk "memperkuat kebutuhan untuk bekerja menuju ketenangan yang berkelanjutan".

Namun, seruan kepada para pemimpin Israel dan Palestina sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Serangan udara Israel di Gaza telah memaksa Timur Tengah masuk dalam agenda Presiden Joe Biden.

Hal ini membuat pemerintahan Biden harus dengan cepat meningkatkan kontribusinya di bidang diplomatik tanpa tim lengkap: meski belum ada calon duta besar untuk Israel.

Hady Amr adalah seorang diplomat tingkat menengah tanpa pangkat seperti yang dipegang oleh utusan khusus di pemerintahan AS sebelumnya, menurut wartawan BBC, Barbara Plett Usher.

Pada 14 Mei, militer Israel memerintahkan 7.000 tentara tambahan dan mengerahkan pasukan dan tank di dekat perbatasannya dengan Gaza.

Disebutkan, negara tersebut sedang mempertimbangkan melancarkan serangan darat di Gaza.

Diperkirakan 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza sejak 10 Mei karena konflik tersebut, menurut PBB.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓