Bandara Changi Jadi Klaster Kasus COVID-19 Terbesar di Singapura

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 14 Mei 2021, 17:32 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 17:32 WIB
Tempat Wisata di Singapura Sepi
Perbesar
Para wisatawan mengunjungi Taman Merlion di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)

Liputan6.com, Singapura - Bandara Changi menjadi klaster aktif kasus Virus Corona COVID-19 terbesar di Singapura pada Kamis (13/5).

Dilansir The Straits Times, Jumat (14/5/2021) bandara tersebut kini mencatat total 46 kasus COVID-19.

Sementara itu, Rumah Sakit Tan Tock Seng menjadi klaster COVID-19 terbesar kedua di Singapura, dengan memiliki 44 kasus terkait.

Dari 19 kasus baru COVID-19 terkait bandara, sebagian besar infeksi adalah pekerja atau kontak dengan keluarga mereka.

Mereka termasuk seorang perempuan Singapura berusia 52 tahun yang bekerja di McDonald's di Bedok Reservoir Road, dan seorang mahasiswi Temasek Polytechnic berusia 20 tahun - keduanya adalah anggota keluarga dari karyawan Ramky Cleantech Services yang terinfeksi.

Beberapa kasus baru COVID-19 yang dilaporkan pada Kamis (13/5) juga terkait dengan Terminal 3 Bandara Changi.

Mereka termasuk supir mobil pribadi berusia 44 tahun dengan Gojek yang mengunjungi Terminal 3 Bandara Changi pada 6 Mei 2021.

Sementara pasien lainnya adalah seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun yang mengunjungi terminal yang sama dalam beberapa kesempatan.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Singapura Miliki 61.453 Kasus COVID-19

Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)
Perbesar
Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)

Satu-satunya kasus baru yang bukan bagian dari klaster Bandara Changi adalah seorang siswa berusia tujuh tahun di Sekolah Dasar Yio Chu Kang.

Dia adalah kontak keluarga dari seorang perawat ruang operasi di Rumah Sakit Umum Sengkang. Perawat tersebut dipastikan mengidap COVID-19 pada Selasa (12/5).

Murid itu terakhir masuk sekolah pada hari Senin dan mengalami batuk dan radang tenggorokan malam itu. 

Anak tersebut kemudian mengalami muntah dan segera mencari perawatan medis di klinik dokter umum dan dites COVID-19.

Karena dia telah diidentifikasi sebagai kontak dekat perawat, dia ditempatkan di karantina pada hari yang sama.

Secara keseluruhan, jumlah kasus baru di antara warga Singapura telah meningkat dari 48 pada pekan sebelumnya, menjadi 71 pekan lalu.

Empat kasus tidak terkait di komunitas dialami leh seorang tutor di Learning Point, dua asisten rumah tangga asing, dan seorang ibu rumah tangga.

Dari 24 kasus lokal baru, 10 di antaranya pada awalnya dinyatakan positif varian B1617, yang pertama kali terdeteksi di India.

Ada juga 10 kasus impor yang ditempatkan di stay-home notice (SHN) atau diisolasi setibanya di Singapura, menurut Departemen Kesehatan Singapura.

Penambahan kasus ini menjadikan total kasus COVID-19 di Singapura sebanyak 61.453, dengan 11 klaster aktif.

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓