Top 3: Varian COVID-19 Asal India Menginfeksi 44 Negara hingga Bantuan Indonesia

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Mei 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 14:30 WIB
Aktivitas Mudik Warga Bangladesh di Tengah Pandemi Corona
Perbesar
Orang-orang meninggalkan kota menuju kampung halaman mereka menjelang Lebaran di tengah pandemi corona Covid-19, di Dhaka, Selasa (11/5/2021). Para pemudik tampak berdesakan dan menjaga jarak, padahal pemerintah Bangladesh memerintahkan penduduk tidak mudik Idulfitri. (Munir Uz zaman/AFP)

Liputan6.com, Delhi - PBB melaporkan bahwa varian COVID-19 dari India telah menyebar ke 44 negara. Varian ini jauh lebih menular dan memicu tsunami COVID-19 di negara tersebut. 

Awal pekan ini, WHO menyatakan status B.1.617 sebagai "variant of concern" atau varian yang perlu dikhawatirkan. 

Berita mengenai varian dari India menjadi sorotan pembaca isu global Liputan6.com, Kamis (13/5/2021).

Ada pula kabar mengenai penemuan jenazah di Sungai Gangga sehingga diduga angka kematian di India memang lebih tinggi dari yang tercatat. 

Berikut daftar beritanya:

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 6 halaman

1. Varian India di 44 Negara

Warga India antre mendapatkan oksigen gratis
Perbesar
Pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh Gurudwara (Kuil Sikh) di bawah tenda yang dipasang di sepanjang tepi jalan di Ghaziabad, India, Selasa (4/5/2021). Amukan tsunami COVID-19 di India memunculkan kelangkaan oksigen (Money SHARMA/AFP)

WHO menjelaskan bahwa B.1.617 ditambahkan ke daftar karena lebih mudah menular daripada virus aslinya, menunjuk pada "peningkatan pesat dalam prevalensi di banyak negara".

Kini telah terdeteksi di lebih dari 4.500 sampel yang diunggah ke database akses terbuka "dari 44 negara di keenam wilayah WHO", demikian dikutip dari laman Al Jazeera, Rabu (12/5/2021).

Baca selengkapnya...

3 dari 6 halaman

2. Jenazah di Sungai Gangga

Potret Warga India yang Antre Isi Ulang Tabung Oksigen di Tengah Krisis COVID-19
Perbesar
Orang-orang antre mengisi tabung oksigen untuk pasien virus corona di pusat pengisian ulang di New Delhi, Rabu (5/5/2021). India pada Rabu (5/5) melaporkan rekor angka kematian tertinggi 3.780 dalam 24 jam terakhir, menambah jumlah kematian akibat penyakit itu menjadi 226.188. (Tauseef MUSTAFA/AFP)

Pihak berwenang di India, Selasa (11/5) mengatakan belum menentukan penyebab kematian puluhan orang yang jenazahnya ditemukan di Sungai Gangga.

Gambar jenazah yang mengambang di sungai memicu kemarahan dan spekulasi bahwa mereka meninggal karena COVID-19, yang melonjak di seluruh negara yang terletak di Asia Selatan itu dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada di tempat-tempat lain di dunia. 

Baca selengkapnya...

4 dari 6 halaman

3. Indonesia Terus Kirim Bantuan Medis ke India

Potret Warga India yang Antre Isi Ulang Tabung Oksigen di Tengah Krisis COVID-19
Perbesar
Orang-orang mengantre untuk mengisi tabung oksigen untuk pasien virus corona di pusat pengisian ulang di New Delhi, Rabu (5/5/2021). India mengalami lonjakan kembali kasus COVID-19 dan menyebabkan kurangnya pasokan oksigen serta obat-obatan esensial di rumah-rumah sakit. (Tauseef MUSTAFA/AFP)

Indonesia mengirimkan 200 konsentrator oksigen ke India. 

Kiriman bantuan kemanusiaan dari Indonesia itu diumumkan dalam acara pelepasan bantuan hibah pemerintah RI kepada India yang digelar di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (12/5). 

 

5 dari 6 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓