Israel: Hamas Luncurkan 1.500 Roket dalam 3 Hari Terakhir

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Mei 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 12:42 WIB
Serangan Ratusan Roket oleh Hamas di Langit Israel
Perbesar
Militan Palestina Hamas meluncurkan roket menuju Israel dari Rafah, di Jalur Gaza selatan, Rabu (12/5/2021) dinihari. Palestina Hamas menyatakan mereka telah menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel sebagai pembalasan atas serangan di sebuah blok menara di Gaza. (SAID KHATIB / AFP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel Defense Forces (IDF) menyebut Hamas telah menghujani Israel dengan 1.500 roket dalam 72 jam terakhir. Pihak IDF berjanji akan membalas. 

"Selama tiga hari terakhir, Hamas telah menembakan 1.500+ roket dari Gaza menuju Israel, meneror wawrga sipil hingga jarak 90 mil. Hamas, bersiaplah mendapat respons," tulis IDF melalui Twitter, Kamis malam (12/5/2021) waktu setempat.

Pada pagi hari saat Lebaran hari Kamis waktu setempat, IDF juga menampilkan video serangan roket Hamas yang mendarat di Petah Tikva. Lokasi itu tidak jauh dari Tel Aviv.

IDF menyerang fasilitas-fasilitas kunci milih Hamas, seperti bank, infrastruktur kontra-intelijen, tempat penyimpanan senjata, serta terowongan untuk menyerang.

Korban jiwa telah jatuh dari kedua belah pihak selama konflik yang terjadi beberapa waktu terakhir. Mayoritas meninggal berada di sisi Palestina.

2 dari 3 halaman

PM Benjamin Netanyahu Umumkan Status Darurat di Lod Israel

Serangan Ratusan Roket oleh Hamas di Langit Israel
Perbesar
Roket diluncurkan menuju Israel dari Rafah, di Jalur Gaza selatan, Rabu (12/5/2021) dinihari. Palestina Hamas menyatakan mereka telah menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel sebagai pembalasan atas serangan di sebuah blok menara di Gaza. (SAID KHATIB / AFP)

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu 12 Mei mengumumkan status darurat di pusat kota Lod, Israel.

Status darurat ini diumumkan ketika polisi menuduh penduduk Arab di Israel melakukan kerusuhan skala luas. 

Dilansir AFP, Rabu (12/5/2021), pernyataan Netanyahu muncul setelah seorang warga Arab Israel terbunuh di Lod pada malam sebelumnya ketika kekerasan melonjak antara Israel dan Palestina.

Menurut seorang fotografer AFP, Netanyahu bepergian ke Lod, yang berada di pinggiran pusat ekonomi Tel Aviv dekat bandara Ben Gurion, untuk meminta ketenangan.

Kota berpenduduk 77.000 orang tersebut, termasuk 47.000 orang Yahudi Israel dan 23.000 orang Arab Israel, telah menjadi tempat bentrokan kekerasan pada Senin 10 Mei.

Hal itu dikonfirmasi oleh polisi setempat.

Tetapi pada Selasa malam, ketika protes berlipat ganda di seluruh Yerusalem Timur, Tepi Barat yang diduduki dan juga kota-kota lainnya, situasi memburuk di Lod.

"Kerusuhan skala luas meletus oleh beberapa warga Arab dan membahayakan komunitas," kata seorang polisi dalam sebuah pernyataan.

"Kendaraan dibakar dan properti rusak," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓