Malaysia Lockdown Total Akibat COVID-19 Jelang Lebaran 2021, Mudik Dilarang

Oleh Tommy Kurnia pada 11 Mei 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 10:43 WIB
Akibat Penyebaran COVID-19, Pariwisata di Malaysia Merosot Tajam
Perbesar
Pemandangan sepi kawasan Bukit Bintang, yang biasanya ramai menjadi tujuan wisata, di Kuala Lumpur, Malaysia (7/12/2020). Dewan Promosi Pariwisata Malaysia mengatakan jumlah kedatangan turis ke negara itu selama periode Januari-September tahun ini merosot. (Xinhua/Chong Voon Chung)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia akan menerapkan lockdown nasional menjelang Lebaran 2021. Keputusan ini diambil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mencegah lonjakan tajam infeksi COVID-19.

Kasus COVID-19 di Malaysia sedang meningkat hingga 4.000 kasus sehari, sehingga keputusan lockdown diambil. PM Yassin berkata pemerintah perlu mengambil tindakan drastis agar situasi tidak "terjerumus ke dalam malapetaka kesehatan yang lebih parah."

"Sehubungan itu, Sidang Umum Majelis Keselamatan Negara Mengenai COVID-19 yang saya pimpin hari ini telah membuat keputusan untuk melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan di Seluruh Negara," demikian pernyataan PM Yassin pada Senin 10 Mei 2021 dalam keterangan tertulis yang dikutip dari akun Facebook miliknya.

Pada aturan itu, perjalanan lintas daerah tegas dilarang, kecuali untuk tujuan tertentu, seperti bekerja, vaksinasi, dan pasangan jarak jauh.

Semua acara (majlis) sosial juga dilarang selama lockdown nasional berlaku. Ini termasuk ziarah kubur dan silaturahmi Idul Fitri.

"Melarang semua bentuk himpunan sosial termasuk kenduri-kendara, majlis perkawinan dan pertunangan, majlis doa selamat dan tahlil, majlis makan malam, majlis sambutan hari jadi serta majlis-majlis resmi kerajaan dan swasta," tegas PM Yassin.

Kantor diminta melaksanakan WFH. Semua institusi pendidikan akan kembali ditutup. Aktivitas rekreasi juga dilarang kecuali olahraga individu di lokasi terbuka seperti jogging, bersepeda, dan senam.

2 dari 4 halaman

Salat Idul Fitri dengan Syarat

FOTO: Lockdown Dilonggarkan, Masjid Negara Malaysia Kembali Dibuka
Perbesar
Petugas masjid melaksanakan salat Jumat dengan menerapkan jaga jarak aman saat Ramadan di Masjid Negara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (15/5/2020). Masjid Negara Malaysia kembali dibuka setelah pemerintah setempat melonggarkan lockdown akibat pandemi virus corona COVID-19. (Mohd RASFAN/AFP)

Sementara itu, salat sunah Idul Fitri masih dibolehkan di Malaysia saat lockdown, namun peserta tak boleh melebihi 50 orang bagi masjid dengan kapasitas 1.000 jemaah, serta 20 orang bagi masjid dengan kapasitas kurang dari 1.000 jemaah.

Operasional rumah ibadah non-Muslim di Malaysia juga ikut diperketat.

Makan di restoran atau kedai juga dilarang.

PM Yassin menyorot risiko dengan varian-varian baru yang kadar penularannya lebih tinggi. Alhasil, sistem kesahatan semakin kesulitan.

Larangan terkait perjalanan daerah dan aktivitas sosial dimulai pada 10 Mei hingga 6 Juni 2021. Sementara, aturan larangan lain berlaku pada 12 Mei hingga 7 Juni 2021.

Sektor ekonomi masih boleh beroperasi.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19

Infografis Varian B117 Covid-19 Seperti di India Sudah Masuk Indonesia
Perbesar
Infografis Varian B117 Covid-19 Seperti di India Sudah Masuk Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓