Bandara Changi Jadi Klaster Baru COVID-19 Singapura

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Mei 2021, 15:56 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 16:06 WIB
Changi Airport
Perbesar
Changi Airport (Roslan RAHMAN / AFP)

Liputan6.com, Singapura - Bandara Internasional Changi di Singapura menjadi klaster COVID-19 terbaru.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (10/5/2021), ada delapan kasus COVID-19 ditemukan, setelah empat pekerja di bandara tersebut dinyatakan positif.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dalam update hariannya pada Minggu 9 Mei.

Kasus pertama yang terdeteksi di klaster, pada 5 Mei, adalah seorang petugas kebersihan Singapura berusia 88 tahun yang bekerja di Terminal 3 Bandara Changi.

Pada Sabtu 8 Mei, tiga pekerja lagi di bandara dinyatakan positif yaitu seorang petugas kebersihan, seorang koordinator keselamatan, dan seorang petugas penerbangan.

Empat kasus baru di bandara terdeteksi pada Minggu - dua petugas kebersihan, seorang petugas Certis Cisco dan pengawal penumpang SATS. Semuanya bekerja di Terminal 3 Bandara Changi.

Bertambahnya kasus di Bandara Changi menjadikan jumlah klaster terbuka di Singapura menjadi 11.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peringatan Keras Bagi Warga Singapura

Merlion Park, Singapura.
Perbesar
Merlion Park, Singapura. (dok. Graham-H/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Singapura pun akhirnya mendesak warganya untuk mengurangi interaksi sosial dan memperingatkan tindakan yang lebih keras lantaran infeksi Virus Corona COVID-19 meningkat.

Laporan terbaru yang dikonfirmasi yaitu, sembilan kasus lokal pada Jumat 1 Mei, demikian dikutip dari laman CNBC.com.

Meskipun itu hanya sebagian kecil dari jumlah yang dilaporkan dari Asia Tenggara di antara negara tetangga Singapura , lonjakan infeksi ini menjadi kemunduran bagi pusat bisnis di Asia tersebut, yang sebelumnya berhasil menahan penyebaran wabah.

"Kita harus siap secara mental bahwa jika situasinya tidak membaik, dan malah terus memburuk dalam beberapa hari mendatang, maka kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang lebih keras," ujar Lawrence Wong, Menteri Keuangan yang turut ikut mengepalai gugus tugas Virus Corona Singapura.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓