Khet Thi, Penyair Myanmar yang Tewas dalam Tahanan Militer

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2021, 13:57 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 16:44 WIB
Ilustrasi bendera Myanmar (AFP Photo)
Perbesar
Ilustrasi bendera Myanmar (AFP Photo)

Liputan6.com, Yangon - Seorang penyair Myanmar yang kerap menyuarakan karya-karyanya dalam mendukung perlawanan terhadap junta militer, dikabarkan telag meninggal dunia.

Berita duka ini disampaikan oleh keluarganya pada Minggu (9/5).

Keluarganya mengatakan Khet Thi dan istrinya, Chaw Su, diamankan untuk pemeriksaan pada Sabtu (8/5) di Kota Shwebo di kawasan Sagaing, Myanmar. Chaw Su dibebaskan, tapi Khet Thi tidak.

"Mereka menelepon saya pagi-pagi dan meminta saya untuk menemuinya di rumah sakit di Monywa," kata Chaw Su kepada BBC.

"Saya pikir dia mengalami patah tangan atau apa... Tapi ketika saya tiba di sana, dia ada di kamar mayat dan organ-organ dalamnya diambil."

Pihak keluarga mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa organ tubuhnya hilang dan jenazahnya memperlihatkan tanda-tanda disiksa. Menurut laporan Reuters, militer Myanmar menyerahkan jenazahnya kepada keluarga.

 

2 dari 3 halaman

Syair Khet Thi

Protes Kudeta Militer, Demonstran Myanmar Tutup Jalur Kereta Api
Perbesar
Seorang demonstran membawa bendera nasional Myanmar duduk di rel kereta api yang diblokir dengan kayu, dalam upaya untuk mengganggu layanan kereta selama protes terhadap kudeta militer di Mandalay, Myanmar (17/2/2021). (AP Photo)

Khet Thi berusia 40, menurut laman Facebooknya.

Ia pernah menulis syair, "Mereka menembak bagian kepala, tapi mereka tidak tahu bahwa revolusi ada dalam jantung."

Junta militer, yang merebut kekuasaan lewat kudeta pada Februari, belum mengomentari penahanan ataupun kematian penyair itu. 

Reuters telah berusaha menghubungi junta, tapi belum mendapat jawaban.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓