Malaysia Jemput Pulang Warganya dari India Pakai Pesawat Carter

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 07 Mei 2021, 12:34 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 12:34 WIB
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Perbesar
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia akan memulangkan warganya dari wilayah utara dan barat India di tengah lonjakan kasus COVID-19 dan kematian di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein pada Kamis 6 Mei 2021 mengatakan, misi repatriasi akan menggunakan pesawat carteran khusus dari Malaysia.

"Pesawat itu akan berangkat ke New Delhi dan Mumbai, India, segera setelah semua pengaturan terkait termasuk persetujuan dari pemerintah India untuk penerbangan khusus tersebut," ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Hishammuddin mengatakan, keputusan untuk memulangkan warga Malaysia dibuat bersama oleh semua lembaga yang terlibat, dengan mempertimbangkan pengamatan dan analisis oleh misi Malaysia di India, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (7/5/2021).

Mereka yang kembali termasuk anggota staf berbasis rumahan dari berbagai agen Malaysia. Semuanya harus menjalani tes COVID-19 sebelum meninggalkan India dan juga setibanya di Malaysia.

"Selain itu, mereka juga diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari di pusat-pusat yang ditunjuk pemerintah," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Imbauan Kedubes Malaysia

Potret India yang Babak Belur Dihantam Tsunami Covid-19
Perbesar
Kerabat pasien yang menuntut perhatian petugas kesehatan berdebat dengan mereka di rumah sakit pemerintah khusus COVID-19 di Ahmedabad, India, Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Ajit Solanki)

Hishammuddin menambahkan bahwa warga Malaysia lainnya di wilayah utara dan barat India yang ingin bergabung dengan penerbangan repatriasi harus mendaftar ke Komisi Tinggi Malaysia di New Delhi dan Konsulat Jenderal Malaysia di Mumbai pada pukul 5 sore waktu India pada Jumat (7/5/2021).

Wilayah selatan dan timur India tidak termasuk dalam misi repatriasi karena situasi di sana terkendali, katanya.

Hishammuddin juga mengingatkan seluruh warga Malaysia di wilayah tersebut untuk tetap berhubungan dengan Komnas HAM dan Kantor Perwakilan Negara untuk mengetahui informasi terkini terkait misi atau bantuan konsuler.

Selama tahap awal pandemi COVID-19 tahun lalu, Malaysia memulangkan warga dari Wuhan di China, serta Iran dan Italia, kata Hishammuddin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓